Charles Leclerc membantah adanya rivalitas pribadi dengan rekan setimnya di Scuderia Ferrari, Lewis Hamilton, usai insiden di F1 Grand Prix Italia. Pembalap asal Monako itu justru mempertanyakan pihak yang terus mendorong narasi bahwa mereka saling berhadapan.

Insiden terjadi pada lap pertama di Monza, ketika Hamilton mencoba menyalip Leclerc dari dalam di tikungan pertama. Namun, manuver agresif itu berujung Hamilton terdorong keluar trek dan melewati gravel. Leclerc sendiri kemudian terjatuh dari posisi keempat di lap kedua, menghancurkan peluang Ferrari untuk menang di kandang sendiri.

"Saya tidak tahu siapa yang mendorong narasi bahwa kami saling melawan," ujar Leclerc. "Jujur, di Zandvoort, sudah terlalu banyak pembicaraan." Pernyataan itu merujuk pada kritik terhadap strategi Ferrari yang dianggap gagal di GP Belanda, yang membuat kedua pembalap kehilangan peluang podium.

- Advertisement -
Advertisement

Meski begitu, Leclerc mengakui bahwa pertarungan dengan Hamilton di awal balapan memang "terlalu jauh". "Di sini, memang benar kami terlalu berlebihan. Saya mencoba mengambil jalur paling ketat di Tikungan 2, tapi itu tidak cukup—dan melakukannya di sini bukanlah hal yang baik," tambahnya.

Baca Juga Max Verstappen Start P20, Red Bull Selidiki Kecelakaan Kualifikasi

Pandangan berbeda disampaikan Hamilton. Pembalap Inggris itu menegaskan bahwa dirinya unggul saat memasuki Tikungan 2, sehingga tidak ada kata "kami" dalam insiden tersebut. "Saya sudah berada di depan. Jadi tidak ada 'kami' dalam hal ini. Saya tidak balapan dengan kotor—selalu bersih dan memberi ruang. Saya tidak akan membahayakan tim," tegasnya.

Hamilton tetap membela sikapnya dan menyarankan agar pihak lain bertanya langsung kepada prinsipal tim, Fred Vasseur. Ferrari harus puas dengan posisi keenam Hamilton setelah Leclerc gagal finis, sebuah hasil yang membuat mereka tertinggal dalam perburuan gelar.