Formula 1, Nusantara Media - Pembalap Lance Stroll memberikan peringatan tegas kepada pemasok mesin Honda setelah mengungkap bahwa unit tenaga Aston Martin masih kekurangan performa jelang musim Formula 1 2026.

Tim asal Silverstone tersebut menghadapi pramusim yang sulit, dengan kombinasi masalah reliabilitas dan performa yang membuat mereka tertinggal signifikan dibanding rival. Dalam pengujian di Barcelona dan Bahrain, Stroll bersama rekan setimnya Fernando Alonso hanya mencatat kurang dari 400 lap—jauh di bawah tim seperti Mercedes yang menembus lebih dari 1.200 lap.

Selain keterbatasan jarak tempuh, performa mobil juga menjadi sorotan utama. Pada pekan pertama tes di Bahrain, Stroll memperkirakan AMR26 tertinggal hingga empat hingga empat setengah detik dari tim terdepan, menunjukkan gap kompetitif yang cukup besar di awal era regulasi baru.

- Advertisement -

“Kami butuh lebih banyak tenaga. Sesederhana itu,” ujar Stroll.

“Kami kekurangan tenaga. Dan kami juga perlu meningkatkan mobil. Jadi ini kombinasi beberapa hal.”

Masalah teknis juga terus membayangi tim sepanjang pengujian. Pada hari terakhir tes di Sakhir, Stroll hanya mampu menyelesaikan enam lap akibat kendala baterai, yang menjadi fokus investigasi bagi Honda. Isu ini diduga berkaitan dengan kemampuan pengisian ulang energi yang belum optimal, yang dapat berdampak signifikan dalam kondisi balapan.

Honda sendiri disebut tidak puas dengan performa awal unit tenaga mereka, terutama dalam konteks regulasi baru yang menuntut keseimbangan tinggi antara mesin pembakaran internal dan sistem elektrifikasi. Kegagalan dalam mengoptimalkan sistem ini berpotensi menjadi kelemahan utama dalam manajemen energi sepanjang lomba.

Di sisi lain, aspek chassis juga tidak luput dari perhatian. Stroll mengakui bahwa mobil masih membutuhkan pengembangan signifikan, meskipun tidak semua masalah dapat diselesaikan dalam waktu singkat.

“Kami punya banyak ide. Apakah semua masalah akan selesai sebelum Melbourne? Mungkin tidak.”

Ia menambahkan bahwa dengan kalender panjang yang mencakup 24 balapan, tim akan terus melakukan pengembangan bertahap sepanjang musim untuk memperbaiki performa secara keseluruhan.

“Ini musim yang panjang. Kami akan terus bekerja sedikit demi sedikit dan mencoba membawa peningkatan di setiap akhir pekan.”

Dengan tantangan besar di awal era baru Formula 1, Aston Martin menghadapi tekanan untuk segera menemukan solusi teknis, baik dari sisi power unit maupun chassis. Performa di seri pembuka di Melbourne akan menjadi indikator awal sejauh mana tim mampu merespons kekurangan yang teridentifikasi selama pramusim.