Carlos Sainz menjadi sorotan tajam setelah Grand Prix Spanyol di Sirkuit Madring, Madrid. Perannya sebagai duta sirkuit justru memicu kritik pedas dari mantan juara dunia Nico Rosberg, yang menyebut bahwa Sainz harus dikritik karena balapan berjalan sangat membosankan. Kekecewaan ini bukan hanya tentang satu balapan, melainkan puncak dari musim yang penuh tekanan bagi pembalap Williams tersebut.
Madring, yang menggelar debut F1 akhir pekan lalu, memang menyajikan tontonan yang jauh dari kata seru. Bahkan, banyak yang membandingkannya dengan balapan pertama di Baku 2016 yang juga dikenal membosankan. Namun, ada perbedaan krusial: sirkuit Baku memiliki latar belakang kota yang spektakuler, sementara Madring hanya menawarkan pemandangan aspal dan beton. Seperti yang diungkapkan Alexander Wurz, sirkuit ini terlihat seperti "saluran beton" tanpa karakter.
Kritik terhadap Sainz sebenarnya lebih dalam dari sekadar balapan membosankan. Pembalap Spanyol itu sedang melalui masa-masa sulit sejak pindah ke Williams. Rencananya untuk kembali bersaing di barisan depan F1 musim ini justru semakin jauh dari kenyataan. Performa tim yang belum kompetitif dan hasil balapan yang minim membuat posisinya sebagai duta Madring jadi sasaran empuk.
Nico Rosberg, yang kini menjadi komentator Sky Sports F1, secara blak-blakan mengatakan, "Carlos Sainz adalah duta. Jadi kita perlu mengkritik Carlos Sainz." Pernyataan ini menggema di paddock, mengingat Sainz adalah wajah dari proyek ambisius Madrid yang seharusnya menjadi pesta balap, bukan ajang tidur siang.
Masalah utama Madring terletak pada desainnya. Berbeda dengan sirkuit jalanan seperti Baku atau Singapura yang dibangun di jantung kota, Madring terletak di kawasan pameran. Kompromi ini membuat sirkuit kehilangan pesona visual dan tantangan teknis yang biasanya datang dari sirkuit jalanan sejati. Wurz menambahkan, "Apakah saya di Australia sekarang, di Valencia, di Madrid, atau di Jeddah? Sirkuit jalanan ini selalu terlihat sama."
Baca Juga Verstappen Tantang 100 Pembalap di Balap Kart Terbesar DuniaBagi Sainz, tekanan ini menambah beban di pundaknya. Ia datang ke Williams dengan harapan bisa membangun kembali kariernya setelah meninggalkan Ferrari. Namun, hingga kini, ia belum mampu menunjukkan performa yang mengesankan. Kritik dari Rosberg mungkin keras, tapi mencerminkan ekspektasi tinggi terhadap seorang pembalap yang pernah meraih kemenangan grand prix.
Pertanyaannya, apakah Sainz bisa bangkit? Ataukah ini awal dari penurunan yang lebih dalam? Yang jelas, Grand Prix Spanyol di Madring akan dikenang sebagai salah satu balapan paling membosankan dalam sejarah F1 modern, dan Sainz berada di pusat badai kritik tersebut.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!