Kemenangan Kimi Antonelli di Grand Prix Spanyol bukan sekadar delapan gelar Formula 1 dalam kariernya. Momen haru bersama sang ayah, Marco, seusai balapan justru mencuri perhatian jagat maya. Ketika pembalap Mercedes itu memarkir mobilnya di grid, ia langsung menghampiri timnya. Namun di balik pagar pembatas, sang ayah sudah menunggu sambil menggenggam sekuntum bunga anyelir merah.
Bunga itu diserahkan kepada Antonelli. Tawa dan pelukan hangat pun terjadi sebelum ia melanjutkan tugasnya menuju podium. Rekaman momen tersebut dengan cepat menyebar di media sosial, memicu beragam reaksi dari para penggemar. Ada yang menyebutnya "mengharukan" dan "sangat berharga".
Di platform Reddit, seorang penggemar berkomentar, "Momen yang sangat menyenangkan. Kimi sangat mudah untuk didukung." Penggemar lain bercanda, "Ini apa, The Bachelor?" Sementara di X, seseorang menulis, "Fakta bahwa anyelir merah kecil itu dari Papanelli. Astaga, itu sangat berharga." Komentar lain menyebut, "Ini hal paling Italia yang pernah ada dan aku suka! Andiamo Kimi!" dan "GOAT baru".
Bagi Antonelli, kemenangan di Madrid menambah 25 poin lagi ke pundi-pundinya. Ia kini memimpin klasemen pembalap dengan keunggulan 81 poin atas rekan setimnya di Mercedes, George Russell, yang berada di posisi kedua. Meski keunggulannya terbilang nyaman, pembalap berusia 20 tahun itu enggan terlalu jauh memikirkan kemungkinan meraih gelar juara pertamanya tahun ini.
"Yah, itu justru yang tidak ingin saya lakukan," jelas Antonelli usai balapan. "Saya ingin terus menekan, balapan demi balapan, terus tampil maksimal dan menikmati semuanya, lalu mencoba memberikan yang terbaik di setiap balapan. Dan kita akan lihat di mana kita berakhir di akhir tahun."
Baca Juga Grid F1 2027 Mulai Rapi Setelah Verstappen Perpanjang KontrakPutaran ke-15 musim ini, Grand Prix Azerbaijan, akan digelar di Sirkuit Kota Baku pada 24-26 September. Dengan performa impresif yang ditunjukkan Antonelli sejauh ini, tidak heran jika banyak yang menjagokan dirinya sebagai kandidat kuat juara dunia. Namun, ia tetap fokus pada setiap balapan dan tidak ingin terbebani ekspektasi.
Momen bersama sang ayah menjadi pengingat bahwa di balik tekanan dan kompetisi ketat, ada hal-hal sederhana yang tetap berharga. Bagi para penggemar, momen itu memperlihatkan sisi manusiawi dari seorang pembalap yang sedang berada di puncak performa.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!