Lando Norris kembali menjadi sorotan, tetapi bukan karena aksinya di lintasan. Juara dunia Formula 1 itu terlibat perselisihan singkat dengan seorang ofisial setelah balapan Spanish Grand Prix, Minggu (1/6/2026), hanya karena ia menikmati sekaleng Coca-Cola di ruang cooldown. Insiden kecil ini dengan cepat mencuri perhatian penggemar di media sosial, mengalahkan gebrakan sirkuit baru Madring yang justru dikritik karena minim aksi.
Norris finis ketiga di Madring, tetapi ia sebenarnya punya peluang besar untuk menang. Sayang, virtual safety car (VSC) muncul di waktu yang tidak tepat, membuatnya kehilangan posisi terdepan dan tidak bisa melakukan pit stop murah. Kekecewaan itu masih terasa ketika ia duduk di ruang cooldown, di antara pemenang balapan Andrea Kimi Antonelli dan pembalap Red Bull Max Verstappen. Di tengah suasana yang tegang, Norris berniat menyegarkan tenggorokannya dengan minuman bersoda favoritnya.
Namun, seorang ofisial tampaknya melarangnya minum Coca-Cola. Apa yang dikatakan ofisial tersebut tidak tertangkap kamera, tetapi reaksi Norris terekam jelas. Kepada Antonelli yang tampak bingung, Norris sempat berucap, "Aku mungkin akan ditegur," sebelum ia diminta menyingkirkan minuman itu. Dengan tegas, pria 28 tahun itu menjawab, "Aku baru saja balapan, jadi aku boleh minum apa yang kusuka. Terima kasih banyak."
Momen itu langsung viral. Seorang penggemar di Reddit bahkan menyebutnya sebagai "sorotan utama Madring". Balapan perdana di Madrid tersebut memang menuai kritik pedas dari penggemar dan pembalap karena dianggap membosankan. Sepanjang grand prix, hanya terjadi empat overtake. Gabriel Bortoleto dari Audi pun berkelakar bahwa ia "hampir tertidur" selama balapan.
Baca Juga Colapinto: Perlu Batasan untuk Cegah Perundungan Daring di F1Di tengah kekecewaan itu, Andrea Kimi Antonelli justru memperlebar keunggulannya di klasemen pembalap menjadi 81 poin atas rekan setimnya di Mercedes, George Russell, yang hanya finis kelima. Kemenangan ini merupakan yang kedelapan bagi Antonelli dalam 14 balapan musim ini. Pembalap Italia berusia 20 tahun itu kini tampak tak terhentikan dalam perebutan gelar, dengan sembilan putaran tersisa.
Bagi Norris, insiden minuman ini mungkin hanya gangguan kecil. Namun, kegagalannya memanfaatkan VSC di Madring bisa menjadi pukulan besar dalam perburuan gelar. Ia harus segera bangkit jika ingin menantang dominasi Antonelli. Sementara itu, pihak penyelenggara dan FIA belum memberikan komentar resmi terkait aturan minuman di ruang cooldown. Yang jelas, aksi Norris ini menambah warna di balik layar F1 yang kadang lebih menarik dari balapannya sendiri.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!