Ketegangan internal di kubu Red Bull kembali mencuat ke permukaan setelah peluncuran otobiografi terbaru yang ditulis oleh mantan prinsipal tim, Chris Horner. Buku berjudul Drive tersebut langsung memicu reaksi keras dan kecaman pedas dari penasihat veteran asal Austria, Helmut Marko, yang menilai karya tulis tersebut penuh dengan narasi keliru dan diterbitkan pada waktu yang sangat tidak pantas.

Peluncuran buku memoar yang dirilis pada akhir Oktober itu mengungkap berbagai intrik dan latar belakang di balik layar dari dua era kejayaan skuad Milton Keynes di ajang Formula 1. Namun, alih-alih merayakan kenangan manis masa lalu, Helmut Marko justru melontarkan kritik tajam kepada sang mantan kolega. Ia menyebut isi dari buku tersebut sangat memalukan serta mempertanyakan motif di balik pemilihan tanggal rilis publikasinya yang bertepatan dengan momen emosional bagi keluarga besar tim balap minuman berenergi tersebut.

Menurut Helmut Marko, pemilihan tanggal peluncuran buku yang bertepatan dengan peringatan tahun keempat wafatnya pendiri Red Bull, Dietrich Mateschitz, merupakan sebuah bentuk ketidakpekaan yang nyata. Dalam wawancaranya dengan media asal Austria, Krone, ia secara terbuka menyatakan bahwa karya tersebut tidak layak untuk ditanggapi secara serius karena dipenuhi oleh rangkaian kebohongan tingkat rendah yang sengaja disebarkan ke publik demi kepentingan komersial semata.

- Advertisement -
Advertisement

Perseteruan di antara kedua tokoh penting ini memang bukan lagi rahasia umum di paddock Formula 1, terutama setelah dinamika internal yang bergejolak dalam beberapa musim terakhir. Dalam bukunya, Chris Horner melemparkan sejumlah tuduhan serius, termasuk klaim bahwa Helmut Marko sempat bersekongkol di belakangnya untuk melengserkannya dari kursi kepemimpinan tim tepat pada saat masa berkabung atas kematian mantan istrinya, Beverley Allen.

Baca Juga Lando Norris Tegaskan Bebas Minum Apa Saja Usai Balapan F1

Menanggapi tuduhan tersebut, Helmut Marko dengan tegas membantah klaim yang dilontarkan oleh pria asal Inggris itu. Sebagai bukti pembelaan dirinya, ia bahkan menunjukkan isi pesan singkat di ponselnya kepada awak media untuk menegaskan bahwa dirinya sempat mengirimkan ucapan belasungkawa resmi kepada sang mantan rekan kerja saat masa-masa sulit tersebut terjadi.

Selain masalah pribadi, buku tersebut juga memuat kritik teknis dan manajerial di mana Chris Horner menuding Helmut Marko sering kali memberikan tekanan tambahan bagi tim melalui pernyataan kontroversial kepada media massa. Marko dituding kerap membocorkan detail rahasia terkait pembaruan komponen mobil serta dinamika internal hubungan antarpembalap yang seharusnya dijaga kerahasiaannya dari publik.