Menyongsong rangkaian akhir pekan Formula 1 Grand Prix Amerika Serikat di Austin, perhatian publik justru kembali ditarik pada sebuah insiden yang sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial beberapa waktu lalu. Pembalap McLaren, Lando Norris, akhirnya memberikan penjelasan mendalam terkait momen viral di ruang pendinginan atau cooldown room usai balapan di sirkuit baru Madrid pada bulan September.
Kala itu, pembalap asal Inggris tersebut harus puas finis di posisi ketiga setelah kehilangan keunggulan akibat penerapan virtual safety car yang dimanfaatkan oleh Kimi Antonelli dan Max Verstappen untuk melakukan pit stop. Usai berjuang selama dua jam di kokpit dalam suhu balapan yang sangat panas, Norris tentu mendambakan penyegaran. Namun, ketika seseorang meminta dirinya untuk meletakkan kaleng minuman Coca-Cola yang sedang ia nikmati karena persoalan sponsor resmi kejuaraan yaitu Pepsi, ia memberikan respons yang langsung mencuri perhatian dunia maya.
"Saya baru saja menyelesaikan balapan, jadi saya diizinkan untuk minum apa pun yang saya inginkan. Terima kasih banyak," ujar Lando Norris mengenang kembali insiden spontan tersebut saat ditemui oleh para awak media menjelang sesi balapan di Austin.
Persoalan merek dagang ini memang menjadi sensitif dalam siaran internasional Formula 1 mengingat rivalitas komersial yang ketat. Kendati demikian, ketika ditanya apakah ada pihak manajemen atau penyelenggara yang memberikan teguran lanjutan kepadanya, pembalap muda berbakat tersebut menegaskan bahwa tidak ada konsekuensi personal yang ia terima setelah kejadian itu.
"Tidak, tidak ada seorang pun yang pernah mengatakan apa pun kepada saya sejak saat itu. Saya merasa kami seharusnya diizinkan untuk minum apa pun yang kami inginkan setelah balapan, terutama ketika Anda berada di dalam mobil selama dua jam. Ini adalah beberapa balapan terpanas, mobil juga sulit dikemudikan, jadi saya merasa saya harus diizinkan untuk minum apa yang saya inginkan," tambah Lando Norris dengan tegas.
Lebih lanjut, ia mengindikasikan bahwa teguran terkait masalah logo dan merek dagang tersebut mungkin lebih diarahkan kepada pihak tim ketimbang dirinya secara pribadi. Sebagai solusinya, skuad asal Woking kini telah menyiapkan wadah khusus agar kaleng minuman para pembalap tidak memunculkan logo yang dapat memicu polemik penyiaran.
Baca Juga Jadwal Lengkap F1 GP Belanda 2026 di Zandvoort, Sprint Weekend Terakhir Verstappen"Saya pikir dari pihak tim, tim mungkin lebih sering ditegur daripada saya. Dan oleh karena itu kami memiliki wadah kecil untuk menaruh minuman kami sehingga tidak bermerek, tetapi saya pikir saya diizinkan untuk minum apa pun yang saya bisa. Ini hanya masalah branding yang mereka miliki, tetapi ini bukan sesuatu yang perlu saya pikirkan," jelas Lando Norris.
Meskipun mayoritas penggemar memberikan dukungan penuh atas sikap spontannya di ruang pendinginan, kritik sempat dilontarkan oleh mantan prinsipal tim Haas, Guenther Steiner. Melalui siniar The Red Flags, Steiner berpendapat bahwa tindakan seorang atlet profesional untuk secara terbuka menolak instruksi terkait sponsor bukanlah langkah yang paling bijaksana.
"Jika Anda seorang profesional, Anda tidak melakukan itu. Titik. Anda tahu apa yang dapat Anda lakukan dan apa yang tidak dapat Anda lakukan. Anda terlatih dengan baik," ujar Steiner mengkritik tindakan tersebut.
Kendati menuai pro dan kontra di kalangan tokoh paddock, klip video tersebut telanjur menyebar luas dan mendatangkan gelombang apresiasi dari para penggemar global yang memuji ketegasan sang pembalap. Bagi Lando Norris, fokus utamanya tetap pada performa di atas lintasan balap dan memastikan dirinya mendapatkan kenyamanan optimal setelah berjuang habis-habisan di setiap Grand Prix.

Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!