Menjelang akhir pekan balapan di Sirkuit Americas untuk Grand Prix Amerika Serikat, pemimpin klasemen sementara Formula 1, Kimi Antonelli, membuka kisah di balik layar mengenai awal mula perjalanan kariernya di dunia balap jet darat. Pembalap muda asal Italia tersebut mengungkapkan sebuah fakta mengejutkan bahwa ayahnya, Marco Antonelli, pada mulanya sama sekali tidak menginginkan dirinya menjadi seorang pembalap profesional.
Keputusan tersebut bukan tanpa alasan yang kuat. Marco Antonelli, yang merupakan mantan pembalap dan kini mengelola tim balap GT Italia serta Formula 4 sendiri, harus menyaksikan karier balapnya sendiri kandas di tengah jalan akibat keterbatasan finansial yang parah di masa lalu. Trauma dan realitas pahit dunia balap yang kejam secara finansial membuat sang ayah berupaya keras melindungi putranya agar tidak merasakan kekecewaan serupa yang pernah dihadapinya bertahun-tahun silam.
Dalam sesi konferensi pers resmi para pembalap di Austin, pembalap andalan skuad Mercedes ini menceritakan bagaimana dinamika hubungannya dengan sang ayah yang kini selalu mendampinginya di garasi. Saat ini, pembalap remaja berbakat tersebut memimpin perburuan gelar juara dunia dengan keunggulan telak 102 poin dan berdiri di ambang sejarah sebagai juara termuda sepanjang masa Formula 1 pada akhir pekan ini.
"Ya, ayah saya seperti batu karang bagi saya. Dialah orangnya, bersama ibu saya dan seluruh anggota keluarga, yang paling mengenal saya, dan dia tahu bagaimana menghadapi saya dalam situasi tertentu," ungkap Kimi Antonelli saat menceritakan peran besar keluarganya di dalam paddock musim ini.
Lebih lanjut, pembalap yang kini mengoleksi 340 poin di puncak klasemen tersebut mengenang kembali masa-masa kecilnya sebelum pabrikan asal Jerman memberikan kesempatan emas. Tanpa dukungan finansial yang memadai dari keluarga, impian balapnya nyaris tidak akan pernah terwujud jika tidak ada intervensi dari pabrikan asal Brackley tersebut yang melihat potensinya sejak usia sangat dini di ajang gokar.
Baca Juga Sirkuit F1 Rwanda Dihidupkan Penggemar dalam Simulasi Game"Tapi ketika saya masih kecil, dan sebelum semuanya dimulai, dia tidak ingin saya balapan, karena olahraga ini terkadang bisa sangat kejam, dan terutama secara finansial, ini adalah olahraga yang sangat sulit ketika Anda tidak memiliki dukungan yang tepat," tambah pembalap yang kini berada di depan rekan setimnya, George Russell, pada tabel kejuaraan.
Antonelli menegaskan rasa terima kasihnya yang mendalam kepada tim yang telah berjasa besar mengantarkannya ke kasta tertinggi olahraga otomotif dunia ini. "Saya akan selalu sangat berterima kasih kepada Mercedes, karena merekalah yang bertaruh pada saya ketika saya masih sangat kecil, dan tanpa mereka, saya tidak akan berada di sini hari ini, karena merekalah yang mendukung saya sepanjang jalan dari gokar hingga sekarang."
Meskipun awalnya menolak dan dihantui ketakutan akan kegagalan finansial yang pernah menghancurkan kariernya sendiri, sang ayah akhirnya luluh setelah melihat bakat murni serta gairah yang begitu besar terpancar dari diri putranya. Kini, sang ayah yang kerap sibuk membagi waktu antara mengurus tim balap pribadinya dan pekerjaannya tetap menyempatkan diri hadir di sirkuit untuk mendampingi sang juara dunia masa depan.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!