CIKARANG, Nusantara Media – Sengketa lahan yang melibatkan akses jalan utama menuju Perumahan Villa Kencana Cikarang kembali memanas. Aksi penutupan akses oleh pihak ahli waris berujung pada kericuhan setelah diduga terjadi pembongkaran paksa oleh pihak pengembang (Aryan) pada Jumat (26/06/2026) dini hari.

​Konflik ini dipicu oleh kekecewaan pihak ahli waris yang mengklaim bahwa pihak Aryan belum merealisasikan pembayaran ganti rugi atas lahan seluas hampir lima hektare yang menjadi akses utama warga perumahan tersebut. Padahal, menurut ahli waris, batas waktu yang telah disepakati sebelumnya sudah terlewati.

​Situasi di lokasi sempat memanas ketika ahli waris kembali memasang portal penutup jalan sebagai bentuk protes. Namun, portal tersebut dilaporkan dibongkar secara sepihak oleh oknum dari pihak pengembang pada Jumat dini hari.

- Advertisement -

​"Kami terpaksa menutup kembali karena kesepakatan tidak dipenuhi. Pembongkaran portal secara sepihak memicu ketegangan hingga terjadi aksi saling dorong antara pihak kami dan petugas keamanan di lapangan," ujar perwakilan pihak ahli waris saat ditemui di lokasi.

​Akibat bentrokan tersebut, sejumlah orang dilaporkan mengalami luka-luka. Pihak ahli waris saat ini telah membawa korban untuk menjalani visum dan melaporkan insiden tersebut ke pihak kepolisian agar diproses secara hukum.

​Meski akses bagi kendaraan roda empat tertutup total, pihak ahli waris menegaskan masih memberikan kebijakan khusus bagi pengendara roda dua untuk melintas guna meminimalisir dampak bagi warga perumahan.

​Pantauan di lapangan menunjukkan, aparat kepolisian dari Polsek setempat telah disiagakan di lokasi untuk menjaga situasi tetap kondusif dan mencegah terjadinya konflik susulan yang lebih besar. Hingga saat ini, kondisi di sekitar Villa Kencana Cikarang telah berangsur tenang, namun pengamanan ketat masih terus diberlakukan.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak Aryan belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan belum dipenuhinya pembayaran ganti rugi maupun dugaan pembongkaran paksa portal jalan. Redaksi masih berupaya menghubungi manajemen pengembang untuk mendapatkan klarifikasi agar berita ini berimbang.

​Warga sekitar diimbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, sembari menunggu proses hukum yang saat ini tengah ditangani oleh pihak kepolisian.