PANGANDARAN, Nusantara Media  – Komitmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan keagamaan yang aman dan kondusif terus diperkuat di Kabupaten Pangandaran. Langkah nyata ini ditunjukkan oleh Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 0625/Pangandaran, Letnan Kolonel CZI Citra Kurniawan, S.Hub.Int., M.H.I.,

yang menghadiri secara langsung kegiatan Halaqoh Dialog Interaktif dengan tema penting: "Penguatan Keamanan Psikologis Santri dalam Rangka Pesantren Ramah Anak".

Kegiatan halaqoh yang sarat edukasi ini diselenggarakan di lingkungan Pondok Pesantren Al-Itqon, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, pada hari Selasa, 30 Juni 2026.

- Advertisement -

Kehadiran Dandim 0625/Pangandaran di tengah-tengah pengasuh dan santri merupakan representasi dukungan penuh TNI terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam membentuk mental generasi muda Islam yang tangguh dan berakhlakul karimah.

Kehadiran Letkol CZI Citra Kurniawan dalam forum ini menegaskan bahwa peran Kodim 0625/Pangandaran tidak hanya berfokus pada pertahanan wilayah fisik, melainkan juga aktif mendukung aspek non-fisik seperti ketahanan mental dan psikologis anak-anak di lembaga pendidikan keagamaan.

Hal ini krusial untuk memastikan tumbuh kembang anak-anak dan remaja di lingkungan pesantren dapat berjalan secara optimal tanpa bayang-bayang tekanan emosional.

Dalam kesempatannya berbicara di hadapan para peserta dialog, Letkol CZI Citra Kurniawan menyampaikan pandangan mendalam mengenai definisi keamanan modern. Menurutnya, paradigma keamanan masa kini telah bergeser dan meluas ke aspek psikologis.

"Keamanan tidak boleh hanya kita maknai sebatas aman secara fisik dan tertibnya suatu wilayah dari tindak kriminalitas. Lebih dari itu, keamanan juga mencakup ketenangan jiwa, kedamaian pikiran, serta kesejahteraan psikologis para santri yang tengah menimba ilmu," ujar Letkol CZI Citra Kurniawan.

Beliau menambahkan bahwa pondok pesantren memiliki peran ganda yang sangat mulia, yaitu sebagai lembaga transfer ilmu pengetahuan (pendidikan) sekaligus lembaga pembinaan karakter.

Oleh sebab itu, ekosistem di dalamnya wajib diatur sedemikian rupa agar menjadi tempat yang menyenangkan, mendidik, serta mampu memproteksi anak dari segala bentuk tekanan emosional, gangguan mental, maupun tindakan yang tidak pantas.

Lebih lanjut, Dandim Pangandaran menekankan bahwa konsep "Pesantren Ramah Anak" bukanlah sekadar slogan atau jargon administratif belaka. Konsep ini menuntut aksi konkret dan komitmen kolektif dari seluruh elemen yang terlibat di dalam maupun di sekitar lingkungan pesantren.

"Pesantren ramah anak adalah sebuah komitmen bersama. Ini melibatkan para pengasuh pondok, dewan guru atau pendidik, tokoh masyarakat, aparat keamanan, hingga orang tua santri itu sendiri.

Ketika hati dan pikiran para santri merasa aman, nyaman, dan tenang, maka proses penyerapan ilmu agama maupun ilmu umum akan berjalan dengan jauh lebih baik. Dari sanalah karakter yang kuat dan berakhlak mulia akan terbentuk," tegasnya di hadapan audiens halaqoh.

Kegiatan halaqoh dialog interaktif ini berlangsung secara dinamis dan dua arah. Antusiasme terlihat jelas dari keaktifan para peserta yang terdiri dari pengasuh pondok pesantren Al-Itqon, tenaga pendidik, tokoh agama setempat, perwakilan santri,

serta unsur sektoral terkait lainnya di Kecamatan Cimerak.

Diskusi hangat dalam halaqoh ini berfokus pada beberapa poin strategis, di antaranya:

Metode Deteksi Dini: Cara mengidentifikasi perubahan perilaku atau indikasi gangguan psikologis pada santri sejak fase awal agar dapat segera ditangani secara tepat.

Pola Pendekatan Ramah Anak: Menerapkan metode disiplin dan pengajaran yang edukatif tanpa menggunakan kekerasan verbal maupun fisik.

Sistem Perlindungan Anak: Membangun mekanisme pengaduan internal yang aman dan terpercaya di dalam lingkungan pesantren, sehingga santri merasa terlindungi saat melaporkan kendala yang mereka alami.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pondok pesantren di wilayah Kabupaten Pangandaran, khususnya di Kecamatan Cimerak,

dapat menjadi pelopor dalam mengimplementasikan konsep ramah anak secara berkelanjutan demi mencetak generasi emas Indonesia yang unggul secara intelektual dan sehat secara mental.