Johnny Herbert, mantan pembalap Formula 1 yang kini menjadi pundit, kembali angkat bicara soal perlakuan yang ia terima dari penggemar Max Verstappen. Dalam wawancara terbarunya, ia menyebut para penggemar setia juara dunia empat kali itu sebagai yang "terburuk" dalam hal hinaan.

Herbert, yang pernah tiga kali naik podium Grand Prix, mengaku mendapat rentetan hinaan setelah mengkritik gaya balap Max Verstappen pasca Grand Prix Meksiko 2024. Saat itu, ia menilai Verstappen terlalu agresif saat bersaing dengan Lando Norris dan mendapat dua penalti 10 detik dalam balapan yang sama.

Komentar Herbert yang dimuat di situs taruhan itu memicu reaksi keras dari kubu Verstappen, termasuk ayahnya, Jos Verstappen. Jos bahkan sempat mempertanyakan netralitas para steward FIA. Beberapa bulan kemudian, Herbert dipecat dari posisinya sebagai steward oleh FIA menjelang musim 2025, meski ia tidak secara eksplisit mengaitkan pemecatan itu dengan insiden tersebut.

- Advertisement -

Dalam wawancara dengan situs taruhan lain, Herbert ditanya soal kelompok penggemar yang paling sering melontarkan hinaan kepadanya. "Mudah! Penggemar Belanda yang tidak setuju dengan kritik saya pada Max," jawabnya. "Sebenarnya, bukan cuma dari Belanda, tapi juga dari negara lain. 'Death to Herbert'. Mereka yang terburuk. Mereka menuduh saya bias, dan mereka masih melakukannya pada Martin Brundle."

Herbert menambahkan bahwa tuduhan bias terhadap pembalap Inggris seperti Lewis Hamilton adalah hal yang wajar, karena ia memang orang Inggris. "Kami orang Inggris, dan Lewis orang Inggris! Kalian orang Belanda mendukung Max, tapi kalian bilang kami bias? Tentu saja kami mendukung pembalap kami, tapi tetap objektif. Kami juga terkesan dengan 'Flying Dutchman'. Jika Inggris melawan Belanda di sepak bola, saya pasti dukung Inggris," tegasnya.

Baca Juga Lawson Berharap Hujan di Belgian GP 2025 Usai Frustrasi Kualifikasi!

Kritik Herbert terhadap Verstappen memang bukan tanpa dasar. Di Meksiko, Verstappen dua kali memaksa Norris keluar trek, yang membuatnya diganjar penalti berat. Insiden itu memicu perdebatan panjang soal batas agresivitas dalam balap, dan Herbert menjadi salah satu suara yang vokal menentang gaya tersebut.

Meski kontroversi itu mereda, hubungan Herbert dengan sebagian penggemar Verstappen tampaknya masih panas. Baginya, itu adalah risiko pekerjaan sebagai pundit dan mantan pengawas balapan. "Mereka bilang saya bias, tapi justru mereka yang tidak bisa menerima kritik. Saya hanya menjalankan tugas," pungkasnya.