Ketegangan di paddock Formula 1 makin memanas setelah Flavio Briatore melontarkan tuduhan integritas yang mengguncang. Bos eksekutif Alpine itu menuduh salah satu hakim di Pengadilan Banding Internasional FIA (ICA) memiliki bias terhadap McLaren dalam kasus yang menggagalkan podium Pierre Gasly di Grand Prix Monako.

ICA langsung merespons dengan pernyataan tegas pada Sabtu pagi menjelang kualifikasi GP Italia. Mereka menegaskan bahwa seluruh proses penunjukan hakim telah sesuai prosedur dan standar tertinggi, merujuk pada pedoman IBA tentang konflik kepentingan dalam arbitrase internasional.

Dalam pernyataannya, ICA juga mengungkapkan bahwa para pihak, termasuk Alpine, tidak pernah keberatan selama persidangan berlangsung. “Tidak ada keberatan yang diajukan selama hearing mengenai cara pengadilan mempertanyakan saksi atau jalannya proses,” bunyi pernyataan tersebut. Mereka menekankan pentingnya panel yang beragam secara budaya dan geografis untuk memperkuat keadilan dan kredibilitas.

- Advertisement -
Advertisement

Briatore sendiri sebelumnya terlibat adu mulut sengit dengan prinsipal McLaren, Andrea Stella. Stella menilai tuduhan Briatore sebagai bentuk penghinaan terhadap timnya, menyusul keputusan ICA yang mengembalikan penalti Gasly dan menghapus podiumnya untuk kedua kalinya setelah banding McLaren dan Red Bull.

Baca Juga McLaren Diprediksi Jadi Ancaman Utama Mercedes Akhir 2026

Kontroversi ini menambah lapisan baru dalam rivalitas ketat di musim 2026. Keputusan ICA memang membuka ruang interpretasi, tetapi lembaga tersebut menegaskan keyakinannya pada integritas para hakim. “Pengadilan tetap berkomitmen pada independensi dan imparsialitas hakim serta integritas proses peradilan,” tutup pernyataan itu.

Dengan pernyataan ini, bola panas kini kembali ke lapangan. Apakah Briatore akan mengambil langkah lebih jauh atau meredam konflik? Yang jelas, atmosfer di Monza kali ini tidak hanya panas di trek, tetapi juga di ruang sidang dan paddock.