Manajer tim HRC, Alberto Puig, menegaskan bahwa hanya ada satu tujuan bagi Honda dan bintang baru mereka, Fabio Quartararo, di MotoGP. Baik pembalap asal Prancis maupun pabrikan Jepang itu sama-sama ingin kembali ke puncak kejuaraan dunia setelah melalui periode paceklik yang panjang.

Gelar terakhir Honda di kelas utama diraih Marc Marquez pada 2019, sementara Quartararo menjadi juara dunia bersama Yamaha pada 2021. Sejak itu, keduanya kesulitan bersaing memperebutkan gelar. Tim pabrikan HRC bahkan belum pernah menang sejak kemenangan terakhir Marquez pada 2021, sedangkan Quartararo dan Yamaha terakhir kali meraih kemenangan grand prix pada 2022.

Marquez memecahkan rekor penantian lima tahun antara gelar juara dengan kembali ke puncak bersama Ducati musim lalu. Prestasi serupa ingin ditiru Quartararo jika ia mampu merebut mahkota juara bersama Honda pada 2027. Era teknis baru musim depan, yang memperkenalkan mesin 850cc dan pergantian pemasok ban dari Michelin ke Pirelli, dipandang sebagai peluang emas bagi Honda untuk kembali sejajar dengan pabrikan Eropa.

- Advertisement -
Advertisement

“Tentu saja hanya ada satu target,” ujar Puig kepada reporter pit lane MotoGP Jack Appleyard di Silverstone saat ditanya soal kesepakatan dengan Quartararo. “Target itu kadang tidak bisa kamu raih. Tapi hanya ada satu tujuan, dan pastinya, bagi Fabio dan Honda, targetnya adalah kembali dan mencoba berada di puncak.”

Dengan bergabungnya Quartararo, lini tim pabrikan Honda akan selalu diperkuat setidaknya satu juara dunia MotoGP setiap musim sejak 2014, berkat kehadiran Marquez, Jorge Lorenzo, Joan Mir, dan kini Quartararo. “Fabio adalah juara dunia. Saya pikir dia salah satu pembalap tercepat di grid, dan tentu saja Honda senang dengan kesepakatan ini,” kata Puig.

Baca Juga Bezzecchi Menang Dramatis di Thailand 2026

Meski begitu, pria asal Spanyol itu juga memberikan penghormatan kepada Joan Mir dan Luca Marini yang akan hengkang, bersama Johann Zarco dari LCR, karena telah membantu Honda bangkit dari keterpurukan musim 2024. “Kami senang dan berterima kasih atas pekerjaan yang dilakukan Joan dan Luca selama beberapa tahun terakhir karena mereka membantu kami mengembangkan motor. Kami harus berterima kasih atas semua usaha mereka,” ujarnya. “Semua ada akhirnya, dan periode ini bagi mereka sudah selesai. Sekarang kami akan mulai dengan pembalap baru. Kami bahagia dengan masa lalu dan penuh harapan untuk masa depan.”

Soal kursi kedua di tim pabrikan, Honda belum memutuskan apakah David Alonso atau Diogo Moreira yang akan mendampingi Quartararo. Puig memberikan sinyal hati-hati mengenai Alonso yang masih berusia 20 tahun. “Dia masih muda, jadi seperti yang kami katakan soal Moreira, kami tidak bisa berharap banyak di tahun pertama. Mereka butuh waktu untuk memahami kelas ini. Ini akan menjadi tahun yang menantang baginya, tapi dia sudah membuktikan kecepatannya tahun lalu. Tahun ini sedikit sulit, tapi kami yakin dia bisa mengejar ketertinggalan, dan saya pikir dia akan menjadi pembalap penting di masa depan,” jelas Puig. Keputusan, kata dia, akan segera diumumkan.