Akhir pekan Lewis Hamilton di Formula 1 Grand Prix Brasil menghadapi ujian berat setelah kepastian hukuman penalti yang menempatkannya di posisi start paling buncit. Dilansir dari Motorsport.com, Ferrari mengonfirmasi bahwa pembalap asal Inggris tersebut harus menerima konsekuensi pergantian komponen power unit menyusul masalah teknis pelik yang mendera mobil SF-26 miliknya sepanjang sesi latihan bebas di Sirkuit Interlagos.
Masalah bermula pada Sabtu pagi ketika peraih tujuh gelar juara dunia dunia itu terpaksa menggunakan mesin pembakaran internal kelimanya musim ini. Keputusan tersebut secara otomatis langsung menjatuhkan hukuman penalti turun 10 posisi di grid karena telah melampaui kuota regulasi yang diizinkan untuk pertama kalinya. Situasi kian memburuk tatkala sesi Free Practice 3 berlangsung di bawah bayang-bayang kendala teknis yang mengganggu performa laju kendaraan.
Sepanjang sesi latihan ketiga, Hamilton melaporkan adanya getaran aneh yang bersumber dari mesin barunya. Tidak hanya itu, ia juga mengeluhkan karakteristik pengereman mesin yang terasa jauh lebih kuat dari biasanya pada paruh pertama sesi, yang membuat catatan waktunya tertahan di posisi kedelapan tercepat menggunakan ban kompon medium. Tak lama berselang, situasi darurat terjadi ketika kepulan asap tipis mulai mengepul dari bagian belakang mobil, memaksa tim untuk menariknya masuk ke garasi secara permanen dan memupuskan harapan untuk melakukan simulasi kualifikasi dengan ban lunak.
Menanggapi rentetan masalah tersebut, pihak tim memutuskan untuk membongkar dan memeriksa secara menyeluruh unit tenaga yang bermasalah, sekaligus memasang power unit baru pada mobil Ferrari SF-26. Konsekuensi dari pergantian komponen tambahan ini memastikan sang juara dunia harus rela memulai balapan Grand Prix Brasil dari barisan paling belakang, mengubah total strategi balapan yang telah dirancang sebelumnya.
Padahal, akhir pekan ini seharusnya menjadi momentum penting bagi Hamilton untuk memperbaiki catatan kemenangannya di Autodromo Jose Carlos Pace, sebuah lintasan di mana ia pernah mengecap manisnya podium tertinggi pada musim 2016, 2018, dan 2021. Berbicara mengenai rekor kemenangan di Interlagos, Hamilton mengungkapkan pandangannya secara terbuka. Well, saya belum pernah menang di sini terlalu sering, jadi saya tidak terlalu senang dengan hal itu. Tiga kemenangan, saya bersyukur atas tiga kemenangan yang telah saya miliki, tetapi saya sudah datang ke sini sejak 2007. Itu adalah rekor yang rendah bagi saya yang ingin saya ubah. Itulah yang saya fokuskan, ujar Hamilton.
Baca Juga Alex Albon Bantah Kritik Fernando Alonso Soal Kualitas Pembalap F1Kendati peluang untuk meraih kemenangan kini tampak begitu tipis akibat posisi start dari grid belakang, seri Sao Paulo tetap mencatatkan tonggak sejarah tersendiri bagi sang pembalap. Balapan kali ini menandai penampilan Grand Prix yang ke-400 dalam karier gemilangnya di ajang Formula 1, menempatkannya tepat di bawah rekor milik Fernando Alonso yang telah mengoleksi 444 start. Merespons pencapaian luar biasa tersebut, Hamilton mengaku terkejut dengan perjalanan panjang kariernya di ajang balap bergengsi tingkat dunia ini.
Hal ini terasa agak gila. Saya tidak pernah berpikir bahwa saya akan mencapai angka seperti itu. Sungguh gila karena saya masih merasa muda, dan terlepas dari hal-hal yang dikatakan orang, Anda melihat pole position saya minggu lalu, saya masih memiliki kecepatan, saya masih memiliki ketajaman, dan saya masih memiliki dedikasi, yang paling penting, serta fokus, pungkas Hamilton.

Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!