Awal pekan balap di Sirkuit Losail langsung menyajikan drama masif ketika Marc Marquez sukses mengamankan kemenangan krusial pada sesi balapan sprint Grand Prix Qatar. Di balik hasil maksimal tersebut, jalannya balapan akhir pekan ini diwarnai oleh insiden kecelakaan hebat yang melibatkan sang juara dunia bertahan serta rival terdekatnya di lintasan. Hari Sabtu yang menegangkan ini dibuka dengan insiden horor yang menimpa Pecco Bagnaia, disusul oleh petaka fatal yang menghentikan laju kencang Marco Bezzecchi saat sedang memimpin jalannya lomba.

Kemenangan di sprint race ini membuat pembalap asal Cervera tersebut semakin mendekatkan diri dengan mahkota juara dunia musim ini. Kendati demikian, ia secara tegas menepis anggapan bahwa dirinya akan mengunci gelar juara pada akhir pekan ini. Berbicara kepada mikrofon DAZN usai balapan, sang pembalap andalan langsung memberikan analisis mendalam mengenai jalannya insiden dan dinamika perubahan strategi yang dipicu oleh berkibarnya bendera merah di tengah sesi.

Mengulas jalannya lomba, sang juara mengakui bahwa dirinya sebenarnya tidak memiliki kecepatan murni untuk keluar sebagai pemenang tanpa adanya insiden dari para pesaingnya. Mengawali komentarnya, ia menyampaikan rasa prihatin atas insiden yang menimpa Pecco Bagnaia seraya menjelaskan bagaimana penghentian balapan mengubah peta persaingan secara total. Menurutnya, bendera merah mengubah rencana seluruh kontestan, termasuk dalam pemilihan kompon ban yang krusial untuk sisa balapan.

- Advertisement -
Advertisement

"Aprovechando, primero de todo, esperemos que Pecco no tenga nada grave y este bien, pero si que esta bandera roja creo que ha cambiado los planes de todos, incluso los neumaticos han cambiado. En la primera carrera me he encontrado muy bien, Bezzecchi tiraba, pero iba bien, me hubiera ganado, porque tenia mas ritmo. Y en la segunda, al salir bien y poner el primero, pues he defendido con todo, como hice en Australia, para intentar estar liderando la carrera las maximas vueltas posibles. Muy importantes estos 12 puntos," ujar Marquez menjelaskan jalannya balapan.

Insiden senggolan dengan Bezzecchi yang berujung pada terjatuhnya pembalap Italia tersebut juga menjadi sorotan utama dalam jalannya lomba. Marquez mengaku sama sekali tidak menduga keberadaan sang rival di area tersebut, bahkan insiden itu sempat memicu aktifnya sistem kantung udara pada baju balapnya. Ia menduga lawannya tersebut memiliki kecepatan ekstra yang kemungkinan besar akan kembali ditunjukkan pada balapan utama hari Minggu besok.

"Me ha sorprendido mucho el encontrarlo ahi dentro porque yo no he hecho nada raro, he hecho mi linea, cada vuelta era esa, frenas, vas un poco largo yg vuelves. Creo que tenia un extra de velocidad que manana lo va a demostrar en carrera e incluso he estado a punto de caer. He hecho cuatro o cinco curvas con el airbag encendido del toque y ahi he dicho, bueno, ahora nos calmamos," ungkapnya mengenai kontak fisik yang hampir membuatnya ikut tersungkur.

Baca Juga Marc Marquez Rebut Kemenangan Dramatis dan Pimpin Klasemen MotoGP Indonesia 2026

Ketegangan belum mereda setelah insiden tersebut, karena ancaman nyata langsung datang dari Jorge Martin. Meskipun baru saja pulih dari cedera, Martin tampil luar biasa dan mampu merangsek ke barisan terdepan untuk bertarung di zona podium. Kehadiran Martin yang mendadak di belakangnya sempat membuat sang pemenang kejutan ini merasa kehilangan fokus sejenak, sebelum akhirnya memutuskan untuk kembali menaikkan tempo demi mengamankan posisi terdepan hingga garis finis.

Menatap balapan utama hari Minggu, prioritas utama sang juara dunia bukan lagi memburu kemenangan secara membabi buta, melainkan menerapkan strategi cerdas demi meraup poin aman dari kejaran para rival. Menanggapi pertanyaan dari Pol Espargaro mengenai peluang menyegel titel juara dunia dengan tambahan 25 poin penuh, ia menegaskan bahwa skenario tersebut bukanlah target realistis untuk hari esok.

"Muy bien, pero evidentemente con el error de Bezzecchi de hoy, manana la prioridad es intentar quedar por delante de Martin, sacar un punto o dan igual. Una posicion por delante o justo detras. Este sera el objetivo principal. Manana no toca. Tengo ganas, y soy el primero que quiere cerrarlo lo antes posible, pero hoy estos 12 han sido regalados, entre comillas. Los buscas, los trabajas, pero no tenia el ritmo para conseguirlos, como y se han sacado. Pero si que manana tenemos que ser realistas, 25 no tocaria, pero veremos. Salimos a carrera sin descartar nada," pungkasnya menutup sesi wawancara.

Marc Marquez di GP Qatar
Marc Marquez saat mengamankan kemenangan sprint race GP Qatar.