Banten ,Nusantara Media - Gubernur Banten Andra Soni melaksanakan salat Idul Adha 1447 Hijriah bersama masyarakat Kreo Kecamatan Larangan Kota Tangerang.
Kehadiran Andra Soni di Masjid Al Mubarok Kreo, Kota Tangerang, Rabu (27/5/2026), disambut hangat dan sangat akrab dengan masyarakat.
Andra Soni datang ke Masjid Al Mubarok sekitar pukul 06.00 WIB, didampingi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten Tinawati Andra Soni.
Pengurus DKM Al Mubarok, Ikbal, mengaku senang sekali bisa melaksanakan salat Idul Adha bersama Gubernur Andra Soni. Ikbal menilai, Andra Soni sangat berbaur dengan masyarakat.
"Pak Gubernur Andra Soni sangat dekat dengan masyarakat," kata Ikbal.
Penilaian senada disampaikan Marhali. Menurutnya, masyarakat menunggu momen salat Idul Adha bersama pemimpin nomor satu di Provinsi Banten.
Ia mengatakan, Andra Soni sangat berbaur dengan masyarakat dan kerap berdialog dengan warga dalam berbagai momen.
"Hampir setiap ada acara masyarakat Pak Andra datang," kata Marhali.
Sementara itu, Andra Soni mengatakan, dirinya memanfaatkan momen perayaan Idul Adha untuk melaksanakan silaturahmi dengan masyarakat.
Selama menjadi gubernur, dirinya mengaku memiliki keterbatasan waktu untuk bersilaturahmi dengan warga di lingkungan tempat tinggalnya.
"Saya akamsi (anak kampung sini). Hari Raya Idul Adha, waktu untuk saya bersilaturahmi dengan warga di lingkungan saya," ujar Andra Soni.
Camat Kecamatan Larangan Kota Tangerang Nasrullah, mengaku mendapatkan kehormatan atas kehadiran Gubernuran Andra Soni dan salat Idul Adha bersama masyarakat.
"Saya bahagia, dan sebuah kehormatan bagi masyarakat Kecamatan Larangan," katanya.
Salat Idul Adha di Masjid Al Mubarok Kreo dipimpin Imam Yakhadi Lilwuan. Setelah salat, dilanjutkan dengan khutbah Idul Adha yang disampaikan Ustaz Abdul Khair.
Dalam khutbahnya, khatib mengajak umat melaksanakan seluruh perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya.
"Ibadah kurban merupakan upaya kita melaksanakan perintah Allah,"ujar khatib.
Sementara itu, Wali Kota Cilegon Robinsar melaksanakan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah bersama masyarakat di Masjid Agung Cilegon Nurul Ikhlas, Rabu, 27 Mei 2026. Kegiatan tersebut dihadiri juga unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pejabat Pemerintah Kota Cilegon, tokoh agama, serta ribuan jamaah dari berbagai wilayah di Kota Cilegon.
Dalam sambutannya, Wali Kota Cilegon Robinsar menyampaikan rasa syukur, karena masyarakat masih diberikan kesempatan untuk melaksanakan Salat Idul Adha bersama-sama dalam keadaan sehat dan penuh kebersamaan.
"Tentu pertama-tama, sama-sama kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT. Alhamdulillah, atas segala nikmat, rahmat, dan hidayah-Nya, kita semua masih mampu melangkahkan kaki kita untuk sama-sama menjalankan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah. Semoga langkah kita semua dari rumah menuju masjid yang mulia ini, menjadi pahala di sisi Allah SWT,” ujarnya.
Robinsar mengatakan, bahwa Hari Raya Idul Adha, bukan sekadar momentum penyembelihan hewan kurban, melainkan sarana untuk menanamkan nilai keikhlasan, ketaatan, dan pengorbanan sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
"Hari Raya Idul Adha, bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban. Tapi Idul Adha merupakan momentum yang mengajarkan kita tentang keikhlasan, ketaatan, dan pengorbanan melalui kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Kita diajarkan untuk menempatkan ketaatan kepada Allah SWT di atas segala-galanya," katanya.
Selain itu, Robinsar juga menyinggung pelaksanaan ibadah haji yang tengah berlangsung di Tanah Suci sebagai simbol persamaan dan persaudaraan umat Islam di seluruh dunia.
"Ibadah haji, mengajarkan tentang persamaan, persaudaraan, dan kebersamaan tanpa membedakan status sosial, jabatan, maupun latar belakang. Semua hadir sebagai hamba Allah SWT yang sama di hadapan-Nya," ungkapnya.
Lebih lanjut, Robinsar menegaskan, bahwa ibadah kurban memiliki nilai sosial dan kemanusiaan yang sangat besar, terutama dalam memperkuat kepedulian terhadap sesama dan mempererat semangat gotong royong di tengah masyarakat.
"Melalui kurban, kita diajarkan untuk berbagi, memperkuat kepedulian sosial, serta menumbuhkan rasa empati terhadap sesama, terutama kepada masyarakat yang membutuhkan. Semangat berkurban inilah yang diharapkan dapat memperkokoh nilai gotong royong dan kebersamaan di tengah masyarakat Kota Cilegon," tuturnya.
Atas nama Pemerintah Kota Cilegon, Robinsar juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat Kota Cilegon.
Ia berharap, semangat keikhlasan dan pengorbanan dalam Idul Adha, dapat menjadi energi positif untuk memperkuat persatuan dan membawa keberkahan bagi Kota Cilegon.
"Semoga semangat keikhlasan dan pengorbanan dalam Idul Adha tahun ini, dapat menjadi energi positif untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, serta membawa keberkahan bagi masyarakat dan Kota Cilegon yang kita cintai," jelasnya.
Sementara itu, dalam khutbah Idul Adha, khatib Ustadz Son Haji Irfanudin, mengajak seluruh jamaah untuk meneladani kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sebagai bentuk ketaatan dan keikhlasan kepada Allah SWT.
Menurutnya, kisah tersebut mengandung pelajaran besar tentang pengorbanan, kesabaran, serta kepatuhan terhadap perintah Allah SWT.
"Kita harus mampu meneladani Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS yang menunjukkan keikhlasan luar biasa dalam menjalankan perintah Allah SWT. Dari kisah tersebut, kita diajarkan, bahwa pengorbanan dan ketaatan akan melahirkan keberkahan dalam kehidupan," ujar Ustadz Son Haji dalam khutbahnya.
Pelaksanaan Shalat Idul Adha di Masjid Agung Cilegon Nurul Ikhlas, berlangsung khusyuk dan penuh khidmat.
Bertindak sebagai imam, yakni Ustadz Muhammad Sidiq Syafii, khatib Ustadz Son Haji Irfanudin, serta muadzin Ustadz Zamanun Wahidullah.
Sementara hewan kurban di Masjid Agung Cilegon Nurul Ikhlas, sebanyak 13 Sapi dan 14 Kambing.
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!