Banten ,Nusantara Media — Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang terletak di perairan Selat Sunda antara wilayah Lampung Selatan dan Banten kembali menjadi sorotan. Berdasarkan laporan resmi Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau yang disusun oleh petugas pengamatan Andi Suardi bersama Rioboniek Situmorang, dinamika internal gunung api bawah laut ini terpantau masih sangat aktif.

​Berdasarkan data periode pengamatan malam hari dari pukul 18.00 hingga 24.00 WIB, wilayah sekitar gunung terpantau berawan dengan hembusan angin yang bertiup lemah mengarah ke barat dan barat laut. Suhu udara di sekitar lokasi tercatat berada di kisaran 27,2 hingga 29,1 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara yang cukup tinggi, yakni berada di antara angka 76,1 hingga 85,1 persen.

​Secara visual, kondisi fisik tubuh gunung terlihat tertutup kabut pada tingkat 0 hingga III. Sementara itu, asap dari kawah utama tidak dapat teramati secara langsung akibat terhalang oleh tebalnya kabut di sekitar puncak. Kendati demikian, instrumen pemantauan instrumental di pos pengamatan tetap berhasil merekam adanya aktivitas kegempaan yang cukup signifikan sepanjang periode tersebut.

- Advertisement -

​Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat beberapa jenis gempa yang merefleksikan pergerakan fluida maupun dinamika vulkanik di dalam tubuh gunung:

-​Tercatat sebanyak 1 kejadian gempa dengan amplitudo mencapai 25 mm dan durasi gempanya selama 31 detik.

-Tercatat 1 kejadian gempa lainnya dengan amplitudo sebesar 13,5 mm serta durasi rekaman selama 7 detik.

-​Terdeteksi pula 2 kejadian gempa dengan kisaran amplitudo antara 30 hingga 40 mm, nilai S-P 0 detik, serta durasi catatan berkisar antara 8 sampai 12 detik.

​Selain gelombang aktivitas kegempaan tersebut, laporan meteorologi maritim turut mencatat bahwa kondisi perairan di sekitar kepulauan Krakatau sedang berada dalam situasi bergelombang dengan ombak laut yang masuk pada kategori sedang.

​Menanggapi berbagai rekaman data kegempaan serta dinamika erupsi yang menyertainya dalam beberapa waktu terakhir, Badan Geologi melalui PVMBG menegaskan bahwa Gunung Anak Krakatau saat ini masih menetap pada Level III (Siaga).

​Sehubungan dengan status tersebut, pihak berwenang mengeluarkan peringatan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun para pendaki untuk tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau. Setiap orang dilarang keras untuk melakukan aktivitas apa pun dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

​Langkah mitigasi ini diambil secara serius demi meminimalisir risiko serta ancaman bahaya yang dapat timbul sewaktu-waktu, seperti lontaran material vulkanik pijar, paparan abu vulkanik tebal, maupun potensi bahaya mendadak lainnya mengingat karakter kawah yang sangat dinamis.

​Masyarakat luas diimbau untuk senantiasa tenang, tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya, serta selalu merujuk pada informasi resmi yang dikeluarkan secara berkala oleh Kementerian ESDM, Badan Geologi, serta PVMBG guna menghindari penyebaran berita bohong atau informasi menyesatkan.