Pandeglang , Nusantara Media -Front Aksi Mahasiswa (FAM) Komite STISIP Banten Raya menggelar kegiatan Masa Pendidikan FAM (MPF) pertama di wilayah Pandeglang. Acara yang bertajuk “Menguatkan Sense of Belonging dan Movement Ideology Sebagai Fondasi Keberlangsungan Organisasi” ini langsung menarik perhatian publik karena temanya dianggap berbeda dan relevan dengan dinamika organisasi kemahasiswaan saat ini.
MPF merupakan program pendidikan utama bagi kader FAM guna memperkenalkan visi, misi, serta arah gerakan organisasi secara mendalam. Ketua Komite FAM STISIP Banten Raya, Ishfa Istianah Aulani D.A, menyampaikan bahwa Sense of Belonging (rasa memiliki) menjadi kunci penting dalam membangun organisasi yang kuat dan berkelanjutan.
“Ketika seorang kader merasa memiliki terhadap organisasi, mereka cenderung lebih terlibat dan berpartisipasi penuh pada setiap kegiatan. Rasa memiliki itu akan membangun solidaritas antar kader sekaligus meningkatkan loyalitas terhadap organisasi. Kepemimpinan dan pola pikir kritis akan tumbuh seiring waktu, berbeda dengan rasa kepemilikan yang harus dibentuk secara perlahan,” jelas Ishfa.
Sementara itu, Dhika Surya Pratama selaku Ketua Pelaksana MPF dan pencetus tema tersebut menegaskan bahwa rasa kepemilikan adalah hal paling mendasar yang harus dimiliki setiap orang yang berorganisasi. Dengan Sense of Belonging yang kuat, kader diharapkan menjadi lebih inisiatif dan proaktif dalam proses organisasi.
Ishfa menambahkan bahwa kesuksesan pelaksanaan MPF tidak lepas dari partisipasi penuh seluruh anggota yang bekerja keras memastikan kegiatan berjalan lancar. Ia berharap seluruh kader FAM STISIP Banten Raya dapat mempertahankan rasa kekeluargaan yang telah terjalin serta merasakan kepemilikan penuh terhadap organisasi.
Presidium FAM Pandeglang Raya juga menekankan bahwa kegiatan kaderisasi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk nyata gerakan FAM yang akan terus mengawal perkembangan daerah sekaligus mendidik kader dari sisi intelektual.
“Kita FAM bukan hanya sebagai ranah untuk perjuangan pada masyarakat, tetapi juga tempat mengasah intelektual para kader,” tegasnya.
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!