Musim kejuaraan dunia Supersport 2026 telah resmi rampung dengan menyisakan catatan evaluasi yang cukup pelik bagi Honda. Keputusan besar yang diambil pada November 2024 lalu ketika CBO Racing mengumumkan terjun ke kancah WorldSSP dengan dukungan penuh HRC, Honda Europe, serta Honda France sempat mengejutkan banyak pihak di paddock. Pasalnya, motor andalan mereka yakni CBR600RR sudah tidak lagi mengalami pembaruan teknis yang signifikan selama bertahun-tahun, bahkan sejak lama harus mengakui keunggulan mesin Yamaha R6. Situasi semakin pelik setelah diterapkannya regulasi Next-Generation yang memperbolehkan motor bermesin kapasitas besar ikut bertarung, memaksa pabrikan Jepang lain berlomba-lomba mengembangkan kendaraan kompetitif seperti halnya Yamaha R9 yang sukses mengantar Stefano Manzi serta Albert Arenas merajai kompetisi dalam dua musim terakhir.

Kendati demikian, proyek ambisius di kategori supersport ini sejak awal dirancang sebagai sebuah komitmen jangka panjang. Penegasan tersebut sempat disampaikan oleh perwakilan Honda Prancis, Bruno Skotnicki, saat peluncuran proyek perdana mereka. Menurutnya, pabrikan sayap tunggal ini tengah membangun fondasi program yang berjalan dalam kurun waktu beberapa tahun ke depan. Di bawah komando langsung divisi balap, tujuan utamanya adalah mengembalikan eksistensi Honda di kelas menengah tersebut pada level kompetisi tertinggi, sekaligus melakukan pengembangan menyeluruh yang mencakup aspek mesin, peningkatan kapasitas para pembalap, hingga kesiapan personel di garasi tim.

Namun, jika ditarik garis merah dari pencapaian dalam dua musim ke belakang, catatan statistik yang ditorehkan sama sekali belum bisa dikategorikan sebagai sebuah kisah sukses besar. Pembalap wanita asal Spanyol peraih dua gelar dunia, Ana Carrasco, tercatat belum mampu meraup satu pun poin kejuaraan dunia di kelas menengah ini, meski manajemen tim tetap memberikan kepercayaan dengan memperpanjang kontraknya untuk musim 2027. Sementara itu, figur yang menjadi ujung tombak utama tim yakni Corentin Perolari, hanya mampu menutup kejuaraan dunia Supersport 2026 di peringkat ke-20 klasemen akhir dengan mengantongi total 35 poin. Pembalap berkebangsaan Prancis itu tercatat hanya mampu mendulang angka di tujuh perlombaan sepanjang kalender musim ini.

- Advertisement -
Advertisement

Performa terbaik yang berhasil dicatatkan oleh pembalap berusia 28 tahun tersebut adalah finis di posisi ketujuh pada race pertama yang berlangsung di Sirkuit Portimao. Rangkaian perjuangan panjangnya musim ini akhirnya ditutup dengan raihan positif berupa posisi kesebelas saat berlaga di seri penutup Jerez. Corentin Perolari tidak dapat menyembunyikan rasa puasnya atas hasil krusial yang diraih pada akhir pekan pemungkas tersebut. Dirinya mengaku sama sekali tidak menyangka bisa menutup tirai kompetisi dengan catatan yang cukup membanggakan bersama motor andalannya.

Saya sangat puas dengan akhir pekan balapan terakhir ini; saya tidakเคย menduga bisa menutup musim seperti ini, ujar Corentin Perolari mengungkapkan kebahagiaannya. Pada hari Minggu saya bisa bersaing dengan pembalap lain dan menjaga jarak dengan kelompok depan. Saya merasa sangat nyaman di atas motor CBR600RR dan telah mengerahkan seluruh kemampuan. Menembus posisi sepuluh besar adalah hal yang sangat sulit, kita semua tahu itu, namun kami mampu mendekati barisan depan dan mengamankan poin. Hal tersebut membuat kami bisa mengunci gelar di kategori Challenge, yang menjadi ganjaran setimpal bagi seluruh anggota tim. Merupakan sebuah kepuasan tersendiri karena target utama kami akhirnya tercapai.

Baca Juga Can Oncu Rebut Pole WorldSSP Estoril dan Pecahkan Rekor

Di sisi lain, peta persaingan dalam kategori WorldSSP-Challenge musim ini tergolong sangat minim kontestan. Kelas khusus bagi para peserta yang hanya turun bertanding pada seri-seri di daratan Eropa tersebut praktis hanya diramaikan oleh dua pembalap skuad Honda, sepasang rider dari pabrikan QJ Motor, serta pembalap independen Andreas Kofler yang mengandalkan motor Yamaha. Meskipun tingkat kompetisinya tidak terlalu padat, pencapaian tersebut tetap diapresiasi oleh manajemen sebagai pemenuhan target tahunan. Bruno Skotnicki selaku petinggi tim menyatakan bahwa target awal musim telah sukses direalisasikan dan menjadi bentuk penghargaan atas kerja keras seluruh awak tim di garasi.

Target musim ini berhasil tercapai, dan itu merupakan apresiasi luar biasa bagi seluruh anggota tim, ucap Bruno Skotnicki menegaskan. Saya ingin menyampaikan selamat kepada seluruh kru atas penutupan musim yang fantastis di Jerez ini. Kita akan kembali dengan kekuatan yang jauh lebih solid pada tahun depan.

Kendati demikian, bayang-bayang masa depan yang suram justru sudah mulai terlihat jelas di hadapan kubu Honda menyambut musim balap berikutnya. Ancaman nyata datang dari kubu QJ Motor yang secara resmi mengumumkan kerja sama strategis dengan tim tersukses di ajang Supersport yaitu Ten Kate Racing untuk mengarungi musim 2027. Pabrikan asal Tiongkok tersebut saat ini tengah serius merancang motor balap terbarunya, dan dengan berbekal pengalaman serta jam terbang tinggi dari teknisi asal Belanda tersebut, rivalitas di lintasan diprediksi bakal menjadi jauh lebih berat bagi Honda pada tahun mendatang.