Bogor, Nusantara Media – Kegiatan Padepokan Peduli Karimah di Kampung Kaler RT 03/09, Desa Pabuaran, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang dipimpin Abi Yado alias Imam Mahdi atau Kyai Wujud, semakin membuat resah warga setempat. Padepokan yang dibangun sejak tahun 2020 ini rutin menggelar kegiatan zikir dan ceramah agama, namun ajaran yang disampaikan pimpinannya diduga menyimpang dari tuntunan Islam.
Menurut laporan warga, pimpinan padepokan pernah menunjukkan selembar kain berwarna hijau kepada jamaahnya dan mengklaim bahwa kain tersebut adalah kain Rasulullah Muhammad SAW. Siapa pun yang yakin, kemudian memegang dan mencium kain itu, disebutkan akan masuk surga tanpa hisab. Klaim ini beredar luas melalui video yang viral di kalangan masyarakat sekitar.
Selain itu, dalam acara zikir rutin setiap malam Jumat, jamaah melantunkan dzikir dengan suara sangat keras, namun lafaz yang dibaca tidak jelas terdengar. Hal ini semakin menambah keresahan warga Desa Pabuaran.
Keresahan tersebut sudah disampaikan kepada Kepala Desa Pabuaran, Ibu Ayoh Yohana, dan Ketua MUI Desa setempat. Pada Maret 2026, rombongan termasuk Kades dan Ketua MUI mendatangi padepokan untuk melakukan tabayun (klarifikasi). Namun, kedatangan tersebut justru diduga berakhir dengan “damai” setelah pimpinan padepokan memberikan sejumlah uang. Akibatnya, kegiatan padepokan tetap berjalan seperti biasa hingga saat ini.
Ketua Aliansi Ormas Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor, Asep Mulyadi alias Asep Tagor, menyatakan pihaknya tidak akan tinggal diam. “Saya sudah mendengar keresahan warga dan melihat sendiri video yang memperlihatkan pimpinan padepokan membentangkan kain hijau serta mengklaim sebagai kain Rasulullah. Siapa yang memegang dan menciumnya dijanjikan masuk surga tanpa hisab,” ujar Asep Tagor kepada awak media.
Asep Tagor menambahkan bahwa kehadiran Kades dan Ketua MUI yang diduga menerima uang “damai” (islah) justru membuat masyarakat semakin khawatir. “Ini tidak boleh dibiarkan. Saya akan menjalankan fungsi social control dengan melaporkan secara resmi ke MUI Kabupaten Bogor dan Aparat Penegak Hukum (APH),” tegasnya.
Menurut Asep, ajaran yang dikembangkan di padepokan ini diduga telah menyimpang dari akidah Islam rahmatan lil alamin. Islam seharusnya mengajarkan umat untuk percaya diri, berserah diri (tawakal) kepada Allah SWT, dan meyakini bahwa pertolongan datang dari Allah, bukan menggantungkan keselamatan dunia dan akhirat secara berlebihan kepada seorang pemimpin atau tokoh tertentu.
“Ustadz dan guru agama seharusnya mendidik jamaah agar berserah diri kepada takdir Allah SWT. Namun di sini justru terjadi pengkultusan terhadap pimpinan, seolah hanya melalui beliau jamaah bisa selamat di dunia dan akhirat,” pungkas Asep Tagor.
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!