Netflix resmi mengonfirmasi bahwa seri dokumenter Formula 1, Drive to Survive, akan kembali untuk musim kesembilan. Musim baru ini akan mengikuti perjalanan kejuaraan 2026, dan sejak sekarang sudah ada beberapa alur cerita yang berpotensi menghiasi 10 episode. Dari kejutan pembalap muda hingga perubahan regulasi besar, inilah yang bisa menjadi sorotan utama.

Kimi Antonelli: Fenomena Termuda di Puncak Klasemen

Di musim keduanya, Kimi Antonelli mencatat sejarah sebagai pembalap termuda yang memimpin klasemen F1. Setelah kemenangan beruntun di GP China dan Jepang, performanya melesat jauh melampaui ekspektasi. Padahal, sorotan awal musim lebih banyak tertuju pada rekan setimnya di Mercedes, George Russell.

Dengan total enam kemenangan di paruh pertama musim, Antonelli kini unggul 59 poin atas Russell dan Lewis Hamilton yang sama-sama mengoleksi poin identik. Kisah perjuangannya dari bayang-bayang rekan setim menjadi bahan bakar sempurna untuk narasi Drive to Survive.

- Advertisement -
Advertisement

Nasib Malang George Russell

Russell datang ke 2026 dengan status favorit setelah memenangi GP Australia dan sprint China. Namun, keberuntungan berbalik arah. Masalah mobil di China dan Kanada, safety car yang tidak tepat waktu di Jepang, hingga penalti speeding di pitlane Monako membuatnya kehilangan momentum. Sementara Antonelli meraih lima kemenangan beruntun, Russell justru terjebak dalam rentetan insiden.

Meski begitu, ia bangkit dan tetap bersaing untuk gelar. Dinamika internal Mercedes antara dua pembalap yang saling menekan ini dipastikan akan menjadi bahan menarik bagi kamera Netflix.

Revolusi Regulasi 2026

Regulasi teknis baru memperkenalkan mobil yang lebih kecil dan ringan, aerodinamika aktif, serta power unit dengan pembagian tenaga hampir 50:50 antara mesin pembakaran dan listrik. Perubahan ini menuai kritik dari pembalap dan penggemar, terutama setelah insiden besar Oliver Bearman di GP Jepang yang mencapai 50G. Dampaknya, sudah ada penyesuaian untuk 2027, dan semua itu akan menjadi latar belakang yang dramatis dalam dokumenter ini.

Baca Juga GP Australia Pastikan F1 2026 Tetap Berjalan

Krisis Aston Martin dan Williams

Ekspektasi tinggi menghampiri Aston Martin yang memulai era baru dengan mesin Honda dan mobil pertama rancangan Adrian Newey. Namun, tes pramusim justru menunjukkan masalah besar pada mobil dan power unit. Tim asal Silverstone ini baru bisa memperkenalkan mobil B-spec di GP Hungaria dan kini terpuruk di posisi 10 klasemen konstruktor. Sementara Williams yang sempat membangun optimisme besar pada 2025 juga belum mampu bersaing di papan atas.

Kegagalan dua tim besar ini menyajikan cerita tentang tekanan, harapan yang pupus, dan perjuangan untuk bangkit. Drive to Survive pasti akan menggarisbawahi drama di balik garasi mereka.

Kebangkitan Lewis Hamilton

Setelah musim 2025 yang sulit, Lewis Hamilton menunjukkan performa yang lebih solid di 2026. Meski belum meraih kemenangan, konsistensinya membuatnya sejajar dengan Russell di klasemen. Kisah pembalap tujuh kali juara dunia yang mencoba kembali ke puncak selalu punya daya tarik tersendiri, terutama jika dikaitkan dengan persaingan internal di Mercedes.

Dengan semua alur cerita yang sudah terbentuk, musim kesembilan Drive to Survive berpotensi menjadi yang paling emosional dan menegangkan. Para penggemar tinggal menunggu bagaimana Netflix merangkainya.