Lingga, Nusantara Media - Puluhan tahun lamanya, sebuah alur sungai di Jembatan Dusun Dua, Kualaraya, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, menjadi nadi utama perekonomian masyarakat setempat. Namun, harapan itu kini berganti menjadi kebuntuan panjang akibat kekeringan parah yang membuat aliran air menyusut drastis dan menyisakan hamparan tanah berlumpur yang gersang.
Berdasarkan pemantauan di lapangan pada Jumat (11/9/2026) pukul 09.00 WIB, kondisi alur sungai tersebut tampak tandus dan mustahil dilalui oleh perahu nelayan. Akibatnya, para pencari ikan lokal mengalami kesulitan besar untuk turun ke laut, sementara jalur transportasi vital bagi warga yang hendak beraktivitas harian terhambat total.
Kepala Desa Kualaraya, Misran.MS, saat dikonfirmasi mengungkapkan bahwa persoalan normalisasi alur sungai ini telah menjadi pekerjaan rumah (PR) berat sejak hari pertama dirinya dilantik. Ia menyebutkan bahwa pihak desa sebenarnya telah bergerak cepat dengan mengajukan berkas proposal resmi kepada Pemerintah Kabupaten Lingga pada tahun 2023 lalu. Sayangnya, upaya birokrasi tersebut hanya berbuah kehampaan tanpa adanya tanggapan serius.
"Padahal, berkas tersebut sudah sangat lengkap, mulai dari surat dukungan warga, persetujuan perangkat desa, dokumentasi foto lokasi, hingga data rinci mengenai kedalaman alur laut yang direncanakan untuk dikerjakan sepanjang sekitar 480 meter," ujar Misran dengan nada prihatin.
Menghadapi kebuntuan di tingkat daerah, Pemerintah Desa Kualaraya tidak tinggal diam. Pada tahun ini, strategi baru ditempuh dengan melangkahi birokrasi kabupaten dan mengirimkan langsung berkas proposal pengerukan ke pemerintah pusat. Kini, pihak desa dan masyarakat hanya bisa menunggu panggilan serta kepastian apakah proyek penyelamatan ekonomi ini akan segera direalisasikan.
Baca Juga Tragedi G30S/PKI 1965: Mengenang Pahlawan Revolusi dan Menjaga PancasilaDampak dari kekeringan alur sungai ini tidak hanya dirasakan oleh para nelayan di Kualaraya saja. Jalur air tersebut juga berfungsi sebagai urat nadi transportasi bagi warga Desa Bakong yang setiap hari hilir mudik menuju Kecamatan Singkep. Mereka terpaksa menghadapi rintangan berat demi berbelanja berbagai macam kebutuhan pokok, seperti sembako dan barang esensial lainnya demi kelangsungan hidup.
Masyarakat kini menaruh harapan besar agar pemerintah pusat segera melirik dan merespons proposal yang telah diajukan, mengingat sungai tersebut adalah nyawa bagi roda perekonomian lintas desa di Kabupaten Lingga.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!