Seri balap China GT akhirnya angkat bicara setelah insiden mengerikan yang melibatkan pembalap Inggris Ollie Millroy di Shanghai International Circuit pekan lalu. Dalam kecelakaan beruntun yang terjadi 20 menit setelah balapan dimulai, mobil Ferrari yang dikendarai Millroy terbakar hebat, dan ia baru bisa dievakuasi setelah ditolong oleh pembalap lain, Loek Hartog.
Rekaman video memperlihatkan Hartog berusaha memadamkan api dengan alat pemadam sebelum menarik Millroy keluar dari mobil yang terbakar. Yang mengejutkan, tidak ada marshal yang terlihat membantu proses evakuasi tersebut. Setelah insiden, muncul laporan bahwa marshal justru melarikan diri dari lokasi, sementara tim ambulans disebut baru tiba setelah 15 menit karena Millroy sempat tidak sadarkan diri.
Menanggapi kecaman publik yang meluas, China GT mengeluarkan pernyataan resmi pada hari Selasa. Dalam pernyataannya, penyelenggara menyampaikan permintaan maaf mendalam atas insiden tersebut dan mengakui ada kekurangan dalam manajemen detail, meskipun mereka membantah bahwa persiapan acara tidak sesuai standar.
"Kami menyampaikan simpati kepada pembalap Ollie Millroy dan pembalap lain yang terlibat, dan berharap mereka segera pulih. Kami juga mengucapkan terima kasih dan penghormatan yang sebesar-besarnya kepada Loek Hartog yang pertama kali datang memberikan pertolongan," demikian bunyi pernyataan tersebut. "Investigasi awal menunjukkan bahwa persiapan acara secara keseluruhan memenuhi standar kompetisi tingkat nasional, tetapi masih ada ruang untuk perbaikan dalam hal manajemen detail."
Penyelenggara berjanji akan melakukan tinjauan menyeluruh dan investigasi pasca-balapan, termasuk untuk memperbaiki prosedur keselamatan, respons darurat, dan layanan medis. Mereka juga menyatakan akan menjadikan insiden ini sebagai pelajaran berharga untuk memperkuat manajemen di masa mendatang.
Sementara itu, tim AAI Motorsport yang membela Millroy telah memastikan diri mundur dari China GT secara permanen. Kini, tim TBC by 610 Racing yang pembalapnya, Neil Verhagen, dianggap sebagai penyebab insiden—meski tim membantah—juga menyatakan tidak akan kembali lagi ke seri tersebut.
Manajer tim TBC by 610 Racing, Yang Baijie, menyebut insiden ini sebagai "tragedi bagi dunia balap" dan mengkritik respons para steward yang lamban. "Yang terjadi hari ini adalah tragedi bagi olahraga otomotif—bukan hanya karena kecelakaan itu sendiri, tetapi karena kita hampir kehilangan seorang pembalap hebat. Para marshal panik, menjatuhkan alat pemadam api mereka..." tulisnya dalam unggahan media sosial yang panjang.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!