Dua pembalap Formula 1, Ollie Bearman dan Gabriel Bortoleto, berhasil lolos dari sanksi berat yang biasanya dijatuhkan untuk pelanggaran pit lane saat Grand Prix Belanda. Keduanya kedapatan melanggar aturan saat keluar dari pit lane untuk bergabung kembali ke lintasan setelah restart balapan, yang dipicu oleh kecelakaan besar Max Verstappen di lap pertama.

Insiden itu terjadi ketika lampu keluar pit (pit exit light) berubah merah saat kedua pembalap mendekati area tersebut. Menurut regulasi F1, pengemudi wajib mematuhi sinyal lampu setiap saat, dan pelanggaran semacam ini biasanya berujung pada hukuman yang sangat signifikan. Namun, stewards memutuskan bahwa pelanggaran tersebut tidak terjadi saat balapan dalam keadaan 'hidup', melainkan pada sesi persiapan sebelum restart.

Keputusan stewards menyebutkan bahwa meskipun balapan secara teknis sudah dilanjutkan sesuai Artikel B5.15.2g, situasi ini dianggap unik karena tidak ada keuntungan yang didapat dan tidak ada situasi berbahaya yang ditimbulkan. Oleh karena itu, Bearman dan Bortoleto hanya menerima teguran (reprimand) pertama mereka musim ini, bukan penalti yang lebih berat.

- Advertisement -
Advertisement

Belum ada konfirmasi resmi mengapa lampu pit exit tiba-tiba berubah merah. Beberapa spekulasi menyebutkan kemungkinan adanya kesalahan teknis. Meski demikian, kedua pembalap dianggap tidak bersalah secara signifikan. Bortoleto finis di posisi ke-13 setelah nyaris tidak menabrak apa pun saat spin di lap pertama di belakang Verstappen. Rekan setimnya di Audi, Nico Hulkenberg, berhasil mencetak poin di posisi kedelapan.

Baca Juga Kimi Antonelli Akui Start Jadi Kelemahan Mercedes

Sementara itu, Bearman gagal mengikuti restart karena mobil Haas-nya mengalami masalah pada lap formasi. Rekan setimnya, Esteban Ocon, juga mundur dari balapan yang menjadi ajang terakhir di Zandvoort tersebut. Balapan 72 lap itu sendiri dimenangkan oleh Lando Norris, yang sukses meraih kemenangan beruntun untuk McLaren setelah jeda musim panas F1.

Keputusan stewards ini menjadi sorotan karena menunjukkan adanya interpretasi berbeda terhadap regulasi dalam situasi yang tidak biasa. Ini juga menegaskan bahwa faktor keamanan dan keadilan balapan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan.