Palembang, Nusantara Media – Situasi darurat banjir kembali melanda wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, setelah hujan deras mengguyur sejak Sabtu malam (10 Januari 2026) pukul 23.55 WIB. Debit air melonjak drastis hingga mencapai ketinggian 1-1,5 meter, menyebabkan luapan air merendam pemukiman warga di beberapa desa kritis.

Jajaran Kodim 0402/OKI di bawah Korem 044/Gapo menjadi garda terdepan dalam penanganan bencana. Personel TNI dengan sigap diterjunkan sejak Minggu dini hari (11/01/2026) untuk evakuasi dan bantuan.

Banjir merendam sekitar 400 rumah warga, fasilitas umum seperti tempat ibadah dan perkantoran, serta menggenangi 100 hektar sawah yang berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi besar bagi petani. Evakuasi prioritas dilakukan terhadap warga lanjut usia dan anak-anak, disertai pemindahan barang berharga menggunakan peralatan TNI.

Dipicu hujan ekstrem mulai Sabtu malam (10 Januari 2026) pukul 23.55 WIB, penanganan darurat berlangsung sejak Minggu dini hari hingga saat ini (11 Januari 2026).

Titik terdampak utama berada di Desa Pematang Panggang (Kecamatan Mesuji), serta Desa Cahya Makmur dan Desa Tebing Suluh (Kecamatan Lempuing), Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Curah hujan sangat tinggi menyebabkan debit air sungai naik drastis dan meluap, ditambah kondisi cuaca ekstrem yang masih berlangsung di wilayah Sumatera Selatan pada awal 2026.

Kodim 0402/OKI berkoordinasi intensif dengan instansi terkait seperti BPBD untuk mempercepat distribusi bantuan logistik. Personel tetap disiagakan di lapangan guna menjaga keamanan wilayah, memantau perkembangan debit air, serta memberikan perlindungan maksimal hingga kondisi dinyatakan aman sepenuhnya.

Aksi cepat TNI ini mendapat apresiasi masyarakat sebagai bentuk nyata kehadiran negara di tengah bencana. Hingga kini, evakuasi dan penyaluran bantuan terus berlanjut untuk memastikan tidak ada warga yang terisolasi tanpa bantuan kebutuhan pokok.