Marc Marquez kembali menunjukkan dominasinya di MotoGP dengan meraih kemenangan gemilang di Grand Prix Aragon, sekaligus memperketat persaingan menuju gelar juara dunia. Namun, di sisi lain, Francesco Bagnaia justru mengalami akhir pekan yang memalukan, membuat peluangnya untuk mempertahankan gelar semakin tipis.

Marquez, yang akan menjadi rekan setim dengan Pedro Acosta di tim Ducati pada 2027, tampil impresif sepanjang akhir pekan di Aragon. Ia berhasil memenangkan sprint race dan balapan utama, sekaligus memangkas jarak poin dengan pemimpin klasemen menjadi hanya 19 poin. Kemenangan ini menjadi yang ketiga kalinya dalam enam pekan terakhir dengan raihan poin sempurna 37 poin.

Di balapan utama, Marquez harus bekerja ekstra keras setelah start yang kurang mulus di lap pertama. Ia menunjukkan agresivitasnya dengan melakukan overtake berani terhadap Jorge Martin dan Marco Bezzecchi di Tikungan 15. Kecepatan balapnya yang luar biasa, dengan mampu menembus waktu 1 menit 46 detik di tengah balapan, menjadi bukti bahwa ia masih memiliki performa puncak.

- Advertisement -
Advertisement

Sementara itu, Bagnaia mengalami akhir pekan yang buruk di Aragon. Ia kesulitan sejak sesi latihan bebas, gagal masuk Q2 secara langsung, dan hanya mampu start dari posisi kedelapan. Di sprint race, ia kehilangan grip belakang dan finis ke-11, sementara di balapan utama ia terjatuh di Tikungan 12 pada lap ke-7. Dua balapan tanpa poin beruntun membuat Bagnaia kini menghadapi situasi yang mirip dengan titik terendahnya pada 2025.

Baca Juga MotoGP Aragon 2026: Marquez Incar Kemenangan ke-8 di MotorLand

Aragon GP sekali lagi menunjukkan bahwa persaingan MotoGP 2026 semakin menarik. Dengan sembilan balapan tersisa, Marquez menjadi ancaman serius bagi para pemimpin klasemen, sementara Bagnaia harus segera bangkit jika ingin mempertahankan gelarnya.