LINGGA, NUSANTARA MEDIA – Menjelang berakhirnya masa liburan sekolah, Pelabuhan Desa Jagoh, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, dipadati oleh ratusan calon penumpang.
Masyarakat berbondong-bondong memadati pelabuhan untuk melakukan perjalanan menuju Kota Batam dan Tanjung Pinang, Minggu (5/7/2026).
Pantauan di lapangan pada pukul 07.30 WIB, antrean panjang warga terlihat di loket pembelian tiket. Suasana pelabuhan tampak sesak oleh antrean keluar-masuk calon penumpang yang didominasi oleh keluarga yang ingin memanfaatkan sisa waktu liburan sebelum anak-anak kembali masuk sekolah.
Salah seorang warga Singkep Barat, Udin (47), mengungkapkan bahwa ia sengaja memilih waktu keberangkatan di penghujung liburan untuk mengantisipasi lamanya waktu di kota tujuan.
Selain untuk liburan keluarga, perjalanan ini juga dimanfaatkan untuk menyaksikan perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Kepulauan Riau yang tengah berlangsung.
"Memang saya bersama keluarga berangkat di penghujung liburan anak supaya tidak terlalu lama di Tanjung Pinang. Kebetulan ada acara MTQ tingkat provinsi, jadi sekalian saja pergi," ujar Udin saat dikonfirmasi di lokasi pelabuhan.
Namun, Udin juga menyoroti kondisi ekonomi saat ini yang memaksanya untuk lebih berhemat. Ia berencana kembali ke Dabo Singkep pada tanggal 9 Juli mendatang, segera setelah rangkaian kegiatan MTQ selesai.
"Kalau lama-lama tidak mampu juga, karena terbatas pendanaan, apalagi di musim sekarang ekonomi sedang tidak bersahabat," tambahnya.
Lonjakan penumpang juga dirasakan oleh operator kapal feri, yakni Dumai Express. Kapal tersebut melayani rute antar pulau yang mencakup Pelabuhan Tanjung Buton, Jagoh, Sungai Tenam, Rejai, dan Beban, sebelum akhirnya menuju Tanjung Pinang sebagai ibu kota Provinsi Kepulauan Riau.
Kapal bertolak dari Pelabuhan Jagoh pada pukul 07.30 WIB dan tiba di Tanjung Pinang sekitar pukul 13.30 WIB. Perjalanan memakan waktu sekitar enam jam. Durasi perjalanan yang lebih lama dari biasanya ini disebabkan oleh kapasitas penumpang yang penuh sesak.
Selain itu, faktor cuaca yang kurang mendukung memaksa nakhoda kapal untuk tidak memacu kecepatan maksimal.
"Kondisi gelombang saat ini lumayan besar, jadi kapal tidak berani melakukan full speed. Keselamatan penumpang menjadi prioritas utama," jelas sumber di lapangan.
Kepadatan arus penumpang di Pelabuhan Jagoh ini diprediksi masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan, mengingat masa libur sekolah yang akan segera usai dan berlanjutnya kegiatan MTQ tingkat provinsi yang menjadi daya tarik bagi masyarakat Lingga.
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!