Banten, Nusantara Media - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau melaporkan perkembangan terbaru mengenai status dan aktivitas vulkanik salah satu gunung api paling ikonik di Indonesia ini. Laporan resmi yang dirilis pada Sabtu pagi mencatat sejumlah fenomena alam yang patut diwaspadai oleh masyarakat luas, terutama para nelayan, wisatawan, dan pegiat wisata bahari.

​Berdasarkan laporan resmi MAGMA Indonesia, berikut adalah rincian lengkap peristiwa vulkanik tersebut:

 Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III (Siaga) dengan catatan aktivitas visual berupa asap kawah bertekanan lemah berwarna putih, kelabu, hingga hitam dengan ketinggian mencapai 20 hingga 150 meter di atas puncak. Yang paling menarik perhatian, petugas juga mengonfirmasi adanya teramati semburan lava pijar di atas puncak kawah yang dibarengi dengan hantaman ombak laut besar.

- Advertisement -
Advertisement

Laporan ini disusun oleh petugas pos pengamatan Rioboniek Situmorang dari Badan Geologi KESDM, dengan target imbauan pencegahan yang ditujukan langsung kepada masyarakat, pengunjung, wisatawan, serta pendaki.

 Berpusat di Gunung Anak Krakatau yang memiliki ketinggian 157 mdpl, secara administratif terletak di wilayah Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

Aktivitas pemantauan ini dirilis secara periodik untuk pengamatan dini hari pada 22 Agustus 2026 pukul 00:00 hingga 06:00 WIB.

Baca Juga Tragis! Pria di Desa Bermi Pati Ditemukan Tewas Diduga Bunuh Diri, Polisi Selidiki Motif

 Aktivitas kegempaan yang terekam cukup bervariasi dan intensif. Tercatat adanya 1 gempa Hembusan, 1 Tremor Harmonik, 2 Low Frekuensi, 4 gempa Hybrid/Fase Banyak, serta 1 gempa Tektonik Jauh. Selain itu, microtremor atau tremor menerus juga terekam dengan amplitudo dominan 2 mm yang menandakan suplai magma di dalam perut gunung masih dinamis.

Mengingat status Siaga dan adanya potensi bahaya lava pijar serta ombak besar, Badan Geologi mengeluarkan instruksi tegas agar siapa pun dilarang mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

​Kondisi meteorologi di sekitar selat Krakatau pada pagi hari ini terpantau berawan dengan angin yang bertiup lemah ke arah barat dan barat laut. Suhu udara berkisar antara 27.4 hingga 28.2 derajat Celsius dengan kelembapan udara 76 sampai 80 persen.

​Meskipun secara visual kawah terkadang terlihat jelas hingga tertutup kabut tingkat III, rekaman noise ombak laut besar yang menyertai instrumen pemantauan menunjukkan bahwa kondisi cuaca maritim di sekitar selat juga sedang tidak bersahabat. Kombinasi antara aktivitas erupsi/semburan lava pijar dan gelombang laut tinggi menuntut kewaspadaan ekstra dari pihak berwenang dan warga pesisir Lampung maupun Banten.