Insiden senggolan pada lap pembuka Grand Prix Amerika Serikat antara Fernando Alonso dan pembalap Williams memicu kecaman keras terkait kualitas persaingan di barisan belakang grid Formula 1. Mantan juara dunia dua kali tersebut terpaksa merelakan banyak posisi penting setelah mobil Aston Martin miliknya mengalami kerusakan parah pada bagian lantai kendaraan akibat kontak fisik yang terjadi di Sirkuit Americas, Austin.

Masalah bermula ketika balapan baru saja dimulai. Fernando Alonso yang mengawali lomba dari posisi ke-12 mengalami awal yang kurang mulus sehingga kehilangan satu posisi. Di sisi lain, pembalap Williams melakukan start yang cukup agresif dan langsung menekan hingga terlibat pertarungan ketat di area tikungan kompleks S sirkuit Austin pada putaran pertama.

Memasuki Tikungan 11, situasi memanas ketika Fernando Alonso mencoba melakukan manuver dari sisi dalam untuk menyalip rombongan mobil Haas yang sedang bertarung. Namun, pada saat bersamaan, mobil Williams mengambil lintasan serupa. Ruang gerak yang menyempit membuat benturan tidak terhindarkan, di mana roda depan kanan mobil rival menghantam bagian sisi kiri dan ujung lantai mobil Aston Martin.

- Advertisement -
Advertisement

Akibat hantaman keras tersebut, Fernando Alonso terdorong keluar ke atas kerb dan langsung kehilangan empat posisi sekaligus. Kerusakan pada komponen aerodinamika bawah mobilnya terlihat begitu nyata dari kamera onboard mobil lawan. Meskipun pada akhirnya mampu mencapai garis finis di posisi ke-12, sang juara dunia tidak bisa menyembunyikan kekesalannya kepada media setelah balapan usai.

"Itu adalah kerusakan terbesar," ujar Fernando Alonso saat menjelaskan dampak insiden tersebut terhadap performa kendaraannya di atas lintasan. "Saya pikir kami kehilangan setengah detik atau lebih per lap. Mobil ini hancur, saya melihatnya sendiri di parc ferme. Setengah bagian dari lantai mobil tidak ada. Saya bahkan tidak tahu bagaimana kami bisa terus melaju dan tetap tampil cukup kompetitif."

Pembalap senior asal Spanyol itu menambahkan bahwa potensi meraih angka sebenarnya terbuka lebar jika kendaraannya tidak mengalami kerusakan masif sejak awal lomba. "Saya membayangkan jika mobil berada dalam kondisi utuh, hari ini poin adalah sebuah kemungkinan besar karena kami bisa bertahan di posisi ke-12 dengan kondisi mobil yang separuh rusak. Saya bahkan kehilangan lebih banyak bagian lantai lagi. Saya tidak bisa membelokkan mobil, jadi kami sempat berpikir untuk menghentikan lomba dan mematikannya saja," tambahnya.

Baca Juga Hamilton Bingung: Ban Ferrari Sulit Panas di Zandvoort

Meskipun sempat mempertimbangkan untuk masuk ke garasi dan tidak melanjutkan lomba, tim memutuskan untuk mengganti sayap depan dan mengirimnya kembali ke trek demi mengumpulkan data penting. Namun, ketidakseimbangan aerodinamika membuat mobil terasa pincang saat melibas tikungan ke arah tertentu selama 15 lap terakhir balapan.

Sebagai penutup kekecewaannya, Fernando Alonso melontarkan kritik pedas terhadap standar kompetisi di barisan belakang. "Ketika Anda memulai balapan di posisi belakang, risiko seperti ini selalu ada. Saya pikir kualitas para pembalap di sepertiga bawah grid sangatlah rendah. Seperti yang kita lihat hari ini bersama Alex Albon. Jadi saya pikir kami harus memperbaiki performa mobil dan mulai start sedikit lebih di depan," tegasnya.

Sementara itu, pihak pengawas balapan memutuskan bahwa insiden tersebut tidak memerlukaninvestigasi lebih lanjut karena dianggap sebagai konsekuensi lumrah dalam insiden perebutan ruang antar tiga mobil di tikungan sempit. Alex Albon sendiri mengakui situasi yang terjadi di dalam rombongan padat tersebut memicu gesekan yang tidak disengaja.