Aksi debut Max Verstappen dalam ajang balap ketahanan GT World Challenge Europe di Portugal harus tercoreng oleh insiden di luar lintasan. Juara dunia Formula 1 empat kali tersebut turun tangan membela rekan setimnya, Chris Lulham, yang menjadi sasaran gelombang kebencian dan pelecehan daring usai balapan tiga jam penutup Endurance Cup di Sirkuit Portimao.

Verstappen, yang berbagi kokpit mobil #3 Mercedes-AMG Team Verstappen Racing bersama Lulham dan Ben Barnicoat, menyayangkan reaksi keras dari warganet. Insiden bermula ketika Lulham terlibat senggolan dengan mobil #48 Mercedes-AMG Team Mann-Filter yang dikemudikan oleh Luca Stolz, menyebabkan mobil lawan berputar dan berujung pada hukuman penalti drive-through bagi tim mereka.

Melalui pernyataan resminya di media sosial, Verstappen menegaskan bahwa serangan personal terhadap rekan setimnya yang berusia 23 tahun itu sama sekali tidak dapat dibenarkan. "Semua orang boleh memiliki pendapat tentang apa yang terjadi di atas lintasan, tetapi serangan personal ini tidak baik. Chris menjalani tugas balap yang sangat kuat dan kesalahan bisa terjadi. Tidak ada tempat untuk pelecehan semacam ini dalam olahraga kita atau di tempat lain," ujar Verstappen, sebagaimana dilansir dari Speedcafe.

- Advertisement -
Advertisement

Terlepas dari kontroversi tersebut, pembalap asal Belanda ini mengaku tetap menikmati pengalaman pertamanya di kancah GT3 setelah berhasil finis di posisi kesembilan. Perjalanan tim tidaklah mudah, dimulai dari sesi kualifikasi yang kurang optimal akibat kesalahan pengaturan set-up mobil yang membuat Mercedes kekurangan performa dan harus memulai balapan dari posisi yang kurang menguntungkan.

Baca Juga Lando Norris Ungkap Kecemasan Hadapi Mobil McLaren yang Sulit Dikendalikan

Namun, perubahan set-up menjelang balapan utama membuahkan hasil positif. Ben Barnicoat mampu bangkit dari posisi ke-13 pada awal lomba, menghindari kekacauan di tikungan pertama, dan membawa tim merangsek ke barisan depan sebelum menyerahkan kemudi kepada Lulham yang sempat menampilkan performa impresif dengan melewati beberapa pesaing.

Hukuman penalti sempat memaksa Verstappen harus berjuang keras dari posisi ke-24 pada 45 menit terakhir balapan. Dengan kecepatan mobil yang kompetitif dan aksi menyalip yang agresif di tengah kemelut balapan, ia sukses melakukan pemulihan luar biasa hingga akhirnya menyentuh garis finis di urutan kesembilan secara keseluruhan.