Pembalap asal Inggris, Lando Norris, harus melewati sesi kualifikasi Grand Prix Singapura yang sangat membuat frustrasi di Sirkuit Marina Bay. Dirinya hanya mampu mengamankan posisi start kelima di grid setelah berjuang keras menjinakkan paket mobil MCL38 yang dinilai sangat tidak bisa diprediksi. Sesi tersebut memperlihatkan bagaimana McLaren kesulitan menemukan konsistensi kecepatan satu putaran penuh ketika tekanan berada di level tertinggi, khususnya pada fase Q3 yang menentukan.

Sementara itu, posisi pole position berhasil diamankan oleh rival utamanya yakni Max Verstappen, yang tampil impresif mengungguli catatan waktu Charles Leclerc dan Lewis Hamilton. Di sisi lain, rekan setim Norris di kubu Woking, yaitu Oscar Piastri, harus puas mengekor di posisi ketujuh. Situasi internal tim papaya sempat memanas sebelumnya menyusul insiden senggolan antara kedua rekan setim tersebut pada balapan Sprint yang berlangsung sengit di awal hari yang sama.

Ketika berbicara mengenai performa kendaraannya, Norris secara terbuka mengakui bahwa tuntutan untuk memaksakan kecepatan dari mobil yang karakternya sangat rumit ini sama sekali tidak menyisakan ruang untuk melakukan kesalahan sekecil apa pun. Ia merasa ada potensi tersembunyi di dalam mobil, namun mengeluarkannya di atas trek jalan raya yang bergelombang membutuhkan presisi tingkat dewa yang sangat melelahkan secara mental maupun fisik.

- Advertisement -
Advertisement

"Tidak ada yang berubah. Kami tidak cukup cepat. Maksud saya, ada saat-saat di mana saya bisa melakukan Sektor 1 yang bagus atau Sektor 2 yang bagus, tetapi mobil ini sangat sulit untuk dikendarai," ujar Norris menggambarkan situasi pelik yang dihadapinya selama sesi kualifikasi Grand Prix Singapura akhir pekan ini.

Lebih lanjut, pembalap andalan McLaren tersebut menegaskan bahwa karakteristik mobil yang terlalu liar membuatnya harus berjalan di atas garis tipis antara sukses dan bencana. Mendorong mobil hingga 101 persen berarti petaka kecelakaan, sementara sedikit mengendurkan ritme ke angka 99 persen akan langsung merusak catatan waktu putaran secara keseluruhan.

Baca Juga Russell Redakan Ketegangan Usai Perintah Tim Mercedes di Zandvoort

"Ya, mobil ini terlalu sulit dikendarai, yang berarti kami hanya bisa berada di posisi P5 atau P7. Namun, Anda tahu, rasanya ada potensi dan rasanya saya bisa saja merangkai satu putaran ajaib di Q3 jika segala sesuatunya berjalan sesuai keinginan saya. Tetapi hari ini situasinya terlalu rumit dari sudut pandang mobil untuk bisa berada di batas itu," tambahnya dengan nada kecewa.

Ketika disinggung apakah masalah utama bersumber dari manajemen ban atau ketidakpastian keseimbangan mobil secara keseluruhan, Norris secara tegas mengarah pada keterbatasan kecepatan fundamental yang memaksanya untuk terus menerus mengemudi secara berlebihan. Di lintasan jalan raya Marina Bay yang menuntut traksi optimal serta kestabilan bagian belakang yang baik, keterbatasan tersebut menjadi bumerang yang membatasi ruang gerak pembalap di setiap tikungan sempit.