Raul Fernandez secara blak-blakan mengakui bahwa peluangnya untuk merebut gelar MotoGP 2026 telah lenyap setelah gagal finis di Grand Prix Aragon. Pembalap Trackhouse Racing itu sebelumnya sempat menjadi kandidat kejutan usai memenangi balapan di Silverstone, namun kini ia tertinggal 70 poin dari pemuncak klasemen Jorge Martin.
Start dari posisi keempat yang impresif di Sirkuit MotorLand tidak membuahkan hasil bagi Fernandez. Pada sprint race, ia hanya mampu finis kedelapan, jauh dari performa terbaiknya. Namun pukulan telak terjadi pada balapan utama Minggu, ketika ia harus rela menghentikan laju motornya dari posisi enam akibat masalah mekanis yang belum diungkap detailnya.
Sejak awal pekan, Fernandez sebenarnya sudah menepis statusnya sebagai kandidat juara karena minim pengalaman. Meski begitu, ia berjanji akan berjuang hingga peluang matematisnya benar-benar tertutup. Kini, setelah akhir pekan terburuknya musim ini, pembalap asal Spanyol itu pasrah melihat persaingan gelar mengerucut ke arah Martin, Marc Marquez, dan Marco Bezzecchi.
“Kami sudah sepakat dengan kepala tim Davide Brivio untuk terus mengumpulkan poin di setiap balapan dan mengakhiri musim dengan peluang. Tapi kalau ada peluang kecil itu, sekarang sudah hilang,” ujarnya dengan nada kecewa. “Tidak apa-apa, itu bagian dari permainan. Sekarang kami fokus ke balapan berikutnya.”
Trackhouse sendiri sempat melakukan sejumlah perubahan pada motor Fernandez pada Sabtu setelah ia kesulitan tampil di sprint. Hasilnya terlihat di sesi pemanasan, di mana ia mampu bersaing di posisi enam pada awal balapan sebelum akhirnya harus masuk pit pada lap ketujuh dari 23 lap.
Baca Juga Raul Fernandez Buka Suara soal Masalah Mekanis di MotoGP AragonFernandez enggan membeberkan detail masalah yang menimpanya, meski diduga kuat berkaitan dengan girboks. “Saya tidak bisa katakan, itu masalah mekanis. Saya berterima kasih kepada tim atas kerja mereka, karena ini bukan akhir pekan yang saya harapkan,” jelasnya. “Pagi tadi saya merasa kompetitif, saya pikir kemenangan mungkin terjadi, tapi sejak awal saya bermasalah, semakin parah setiap lap, dan getaran yang tidak kami tahu asalnya itu akhirnya memaksa saya berhenti.”
Kegagalan ini menjadi pukulan telak bagi ambisi Fernandez yang sempat mencuat setelah kemenangan sensasionalnya di Inggris. Kini ia harus merelakan mimpinya dan fokus membangun kembali kepercayaan diri di sisa musim.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!