Jakarta, Nusantara Media – Ratusan mahasiswa dan pengemudi ojek online menggelar demonstrasi di depan Polda Metro Jaya pada Jumat sore. Aksi ini menuntut keadilan atas kematian Affan Kurniawan (21), pengemudi ojek online yang tewas terlindas kendaraan taktis Brimob saat demo buruh di Senayan pada 28 Agustus 2025. Massa menyuarakan kemarahan atas tindakan represif polisi dengan lima tuntutan utama: Polri bertanggung jawab atas kekerasan, mencopot Kapolda Metro Jaya dan Kapolri, menghukum polisi pelaku kekerasan, serta dua tuntutan terkait keadilan sosial.
Situasi memanas pada pukul 16.30 WIB. Massa merusak pagar kecil di gerbang Polda Metro Jaya, mencoret tembok dengan tulisan “Polisi Pembunuh” menggunakan cat semprot, dan memecahkan kaca pos pemantauan. Sekitar pukul 15.27 WIB, sebuah mobil patroli Provos berwarna biru-putih melindas kaki seorang demonstran. Menurut alumni Universitas Indonesia, korban mengalami cedera patah tulang namun selamat. Demonstran mengerumuni mobil tersebut dan mencoretnya dengan cat pilok.
Hingga pukul 17.24 WIB, aksi berlanjut dengan massa menyalakan api besar di depan gerbang utama Polda Metro Jaya. Aksi ini mengganggu lalu lintas di Jalan Gatot Subroto, termasuk menutup sementara jalur KRL dan Transjakarta. Polisi mengerahkan personel bersenjata lengkap untuk mengamankan situasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Istana Kepresidenan meminta maaf atas kematian Affan. Divisi Propam Polri sedang memeriksa tujuh anggota Brimob yang berada di rantis saat insiden untuk memastikan transparansi hukum.
Demonstrasi ini mencerminkan ketegangan sosial akibat dugaan brutalitas polisi. Dampaknya meluas, termasuk kemacetan dan gangguan transportasi umum di Jakarta.
Penulis : David