Batam, Nusantara Media  – Polda Kepulauan Riau menggelar Latihan Pra Operasi (Latpraops) Keselamatan Seligi 2026 di Gedung Lancang Kuning (GLK) Polda Kepri, Batam, pada Kamis, 29 Januari 2026. Kegiatan ini dipimpin oleh Karo Ops Polda Kepri Kombes Pol Taswin, S.I.K., M.H., bersama Dirlantas Polda Kepri Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, S.I.K., M.H., dan dihadiri pejabat utama Ditlantas serta seluruh peserta latihan.

 
Latpraops bertujuan meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan personel Polri dalam melaksanakan Operasi Keselamatan Seligi 2026, yang akan berlangsung selama 14 hari mulai 2 Februari hingga 15 Februari 2026. Operasi ini melibatkan empat satuan tugas utama: preemtif, preventif, gakkum (penegakan hukum), dan banops (bantuan operasi). Fokus utama adalah membentuk budaya tertib berlalu lintas di masyarakat Kepri guna menekan angka kecelakaan, sebagai rangkaian awal menuju Operasi Ketupat 2026.

 
Karo Ops Kombes Pol Taswin menekankan bahwa operasi ini krusial untuk membentuk perilaku masyarakat agar lebih disiplin sebagai pengguna jalan, sehingga potensi kecelakaan lalu lintas dapat ditekan. Data menunjukkan tren positif dari ETLE: pada 2025, pelanggaran terekam turun menjadi 210.131 kasus (dari 503.835 di 2024), meski konfirmasi dan e-tilang meningkat, menandakan kepatuhan masyarakat yang lebih baik.

Namun, data kecelakaan selama dua periode operasi keselamatan terakhir menunjukkan peningkatan: kejadian naik 13% (tambah 6 kasus), korban meninggal dunia naik 25% (tambah 1 orang), luka berat naik 18% (tambah 3 orang), luka ringan naik 10% (tambah 6 orang), dan kerugian materil naik 23% (sekitar Rp27 juta). Kecelakaan paling banyak terjadi di wilayah perkotaan, didominasi usia produktif 15–34 tahun dan kendaraan roda dua.

  
Dirlantas Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat menjelaskan personel harus memahami objek pengamanan (orang, barang, benda, tempat, lokasi). Penegakan hukum akan mengandalkan 28 unit ETLE (statis dan mobile) serta Integrated Road Safety Management System (IRSMS) untuk penyuluhan, sosialisasi, dan kolaborasi lintas instansi. Tujuannya membangun kesadaran keselamatan berkendara sebelum memasuki Operasi Ketupat.