Internasional, Nusantara Media - Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, dievakuasi dari kediaman resminya, The Lodge di Canberra, menyusul dugaan insiden keamanan yang terjadi pada Selasa (24/2).
Berdasarkan laporan CNN Indonesia, insiden tersebut memicu respons besar dari aparat kepolisian federal Australia (AFP), yang langsung melakukan pengamanan dan evakuasi terhadap kepala pemerintahan tersebut. Albanese dipindahkan ke lokasi aman selama beberapa jam sebagai langkah antisipasi.
AFP mengonfirmasi bahwa mereka merespons dugaan insiden keamanan sekitar pukul 18.00 waktu setempat. Setelah dilakukan penyisiran menyeluruh di area kediaman resmi, pihak berwenang menyatakan tidak ditemukan ancaman atau hal mencurigakan.
“Penyisiran menyeluruh terhadap fasilitas yang dilindungi telah dilakukan dan tidak ditemukan hal mencurigakan. Tidak ada ancaman terhadap masyarakat atau keselamatan publik saat ini,” demikian pernyataan AFP.
Juru bicara perdana menteri menyatakan bahwa pihaknya mempercayakan sepenuhnya penanganan situasi kepada AFP serta mengapresiasi langkah cepat yang diambil aparat keamanan dalam memastikan keselamatan.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ancaman terhadap anggota parlemen federal Australia dalam beberapa tahun terakhir. AFP mencatat adanya lonjakan signifikan dalam bentuk ancaman, termasuk komunikasi yang bersifat menghina, intimidatif, hingga ancaman kekerasan.
Pada pertengahan 2024, AFP melaporkan bahwa jumlah ancaman terhadap politisi federal meningkat hingga dua kali lipat dalam kurun dua tahun. Ancaman tersebut menyasar berbagai spektrum politik, termasuk senator independen dan anggota parlemen aktif.
Salah satu kasus terbaru terjadi pada awal Februari, ketika seorang pria asal Melbourne didakwa atas dugaan ancaman pembunuhan serta komentar antisemit terhadap seorang anggota parlemen federal. Pelaku disebut menggunakan media sosial dan email untuk menyampaikan ancaman berulang kali.
Menanggapi situasi ini, Albanese sebelumnya telah menekankan pentingnya peningkatan pengamanan terhadap pejabat publik serta perlunya memahami akar meningkatnya ancaman tersebut.
“Kita hidup dalam situasi di mana jumlah ancaman terhadap wakil rakyat terpilih meningkat secara signifikan,” ujarnya, seperti dikutip dari ABC News.
Sebagai respons terhadap tren tersebut, AFP membentuk tim investigasi keamanan nasional pada Oktober 2025 untuk menangani ancaman terhadap kohesi sosial, termasuk yang menargetkan pejabat negara. Hingga saat ini, lebih dari 20 individu telah didakwa dalam berbagai kasus terkait ancaman tersebut.
Pihak berwenang menegaskan bahwa investigasi terkait insiden di The Lodge masih berlangsung, sementara situasi keamanan saat ini telah dinyatakan terkendali.
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!