LEBAK Nusantara Media– Memasuki hari ketiga operasi pencarian, Tim SAR Gabungan terus mengintensifkan upaya untuk menemukan Muhammad Akhmal (5), seorang bocah laki-laki yang dilaporkan terseret arus Sungai Cisimeut di Kampung Pariuk, Desa Sukamekarsari, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, Banten.
Pada pencarian hari Minggu (10/5/2026), Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Banten memutuskan untuk memperluas area pencarian hingga radius 25 kilometer dari Titik Lokasi Kejadian (LKP).
Komandan Tim (Dantim) Rescue KPP Banten, Fauzan, menjelaskan bahwa operasi yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB ini dilakukan dengan strategi membagi tim Search and Rescue Unit (SRU) menjadi tiga kelompok untuk memaksimalkan seluruh lini pencarian.
"Melihat kondisi di lapangan dan minimnya rintangan (obstacle) di aliran sungai, kami memperluas area pencarian. SRU I difokuskan menyisir aliran sungai menggunakan rubber boat sejauh 15 kilometer dari lokasi awal kejadian," ujar Fauzan.
Sementara itu, SRU II dikerahkan untuk melakukan pencarian visual melalui penyisiran jalur darat di sepanjang bantaran sungai sejauh 5 kilometer. Untuk memastikan tidak ada titik yang terlewat, SRU III ditugaskan melakukan pemantauan visual dari udara menggunakan tekonologi Drone Thermal sejauh 5 kilometer.
Tragedi nahas ini bermula ketika korban, Muhammad Akhmal, warga Kampung Pariuk RT 001/010, dilaporkan hilang terseret derasnya arus Sungai Cisimeut (koordinat 6°22'45.5"S 106°14'39.9"E). Hingga berita ini diturunkan, status korban masih dalam pencarian (DP).
Operasi kemanusiaan ini melibatkan sinergi dari berbagai pihak. Total sebanyak 16 personel gabungan dikerahkan, yang terdiri dari 5 personel Tim Rescue KPP Banten, 8 personel BPBD Kabupaten Lebak, serta 3 orang dari Potensi SAR Banten.
Tim dibekali dengan berbagai peralatan utama seperti Rescue Car, Rubber Boat Basarnas, peralatan medis, alat komunikasi, alat selam/air, hingga drone thermal.
Cuaca di sekitar lokasi pencarian pada Minggu siang terpantau berawan. Tim SAR Gabungan sempat menghentikan sementara operasi pada pukul 12.30 WIB untuk beristirahat dan mengevaluasi temuan pagi, sebelum nantinya pencarian kembali dilanjutkan. Masyarakat di sepanjang aliran Sungai Cisimeut juga diimbau untuk segera melapor jika melihat tanda-tanda keberadaan korban.
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!