Taiyo Furusato menjadi pembalap yang paling terdampak dalam rentetan penalti grid yang dijatuhkan steward FIM MotoGP pada kualifikasi Moto2 Grand Prix San Marino dan Rimini Riviera di Sirkuit Misano Marco Simoncelli, Sabtu. Pembalap Idemitsu Honda Team Asia itu harus memulai balapan dari posisi paling belakang akibat pelanggaran berulang terkait kecepatan rendah.
Keputusan steward menyoroti pelanggaran berkendara terlalu lambat selama Q1 dan Q2, dengan fokus pada dua aspek: menghalangi pembalap lain dan mencatat waktu sektor 135 persen atau lebih dari waktu sektor terbaik pribadi. Furusato terdeteksi melanggar di beberapa sektor Q1, dan ini merupakan pelanggaran ketiga musim ini, sehingga steward menjatuhkan hukuman start dari posisi belakang.
Tony Arbolino dan Adrian Huertas juga melampaui batas kecepatan rendah di Q2. Karena ini pelanggaran kedua bagi keduanya, mereka masing-masing menerima penalti sembilan posisi grid. Menariknya, dokumen resmi menyebutkan bahwa untuk pelanggaran kedua, hukuman yang sesuai adalah dua belas posisi, namun bagian 'Sanction' mencantumkan sembilan posisi.
Izan Guevara dari tim BLU CRU Pramac Yamaha Moto2 mendapat penalti enam posisi karena berkendara lambat di racing line dan menghalangi Senna Agius di Tikungan 6. Ini merupakan pelanggaran kedua Guevara musim 2026. Rekan setimnya, Alberto Ferrandez, juga dihukum tiga posisi karena menghalangi David Alonso di Tikungan 10; insiden ini menyebabkan Alonso gagal mencatatkan waktu.
Alex Escrig dan Filip Salac hanya menerima peringatan resmi. Escrig melanggar di Q1 dan Salac di Q2, tetapi karena ini pelanggaran pertama, mereka tidak dihukum penalti grid. Tujuh keputusan ini mengubah komposisi grid Moto2 untuk balapan 22 lap yang akan dimulai Minggu pukul 12:15 waktu setempat.
Baca Juga Veijer Solo di Misano: Kualifikasi P6 Tanpa SlipstreamDi kelas Moto3, steward juga menjatuhkan sanksi kepada delapan pembalap, termasuk Marcos Uriarte, Ryusei Yamanaka, dan Zen Mitani. Hukuman bervariasi, dan ini menambah kompleksitas persaingan jelang balapan. Keputusan ini menegaskan penegakan aturan ketat, terutama terkait keselamatan dan sportivitas di lintasan.
Dengan perubahan signifikan pada starting grid, balapan Moto2 diprediksi berlangsung sengit. Para pembalap yang terkena penalti harus bekerja ekstra untuk menembus barisan depan, sementara rival-rival utama mereka diuntungkan oleh posisi start yang lebih baik. Ini juga menjadi peringatan bagi seluruh pembalap untuk mematuhi batas kecepatan minimum selama sesi kualifikasi.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!