Menjelang balapan terakhir Grand Prix Belanda di era modern, para pembalap Formula 1 kompak mengucapkan selamat tinggal pada salah satu sirkuit favorit mereka. Zandvoort akan segera pensiun dari kalender F1 setelah musim ini, dan banyak yang merasa kehilangan.

Sepuluh tahun lalu, hampir tidak ada yang membayangkan F1 akan kembali ke sirkuit sempit dan kuno ini. Namun, popularitas Max Verstappen yang meroket sejak 2021 menghidupkan kembali balapan yang sempat dianggap mati. Sayangnya, setelah enam tahun menjadi tuan rumah, sirkuit yang terletak di bukit pasir Laut Utara ini memutuskan untuk berhenti.

Bagi para pembalap, Zandvoort adalah sirkuit yang unik. Dengan tikungan miring, elevasi yang bergelombang, dan karakter yang berbeda dari sirkuit lainnya, ia menawarkan tantangan tersendiri. Tikungan 3, Hugenholtzbocht, adalah favorit karena memungkinkan pembalap mengambil garis lebar yang tidak biasa, sementara Scheivlak menuntut keberanian penuh. Area run-off yang sempit dan dinding kerikil yang mengintai membuat setiap lap terasa intens, seolah-olah balapan di tepi jurang.

- Advertisement -
Advertisement

Keputusan Zandvoort untuk tidak memperpanjang kontrak dengan F1 membuat sedih banyak pihak. "Ini akan menjadi sebuah kehilangan," kata Oscar Piastri, pemenang GP Belanda tahun lalu. "Sebagai sirkuit untuk dikendarai, ini salah satu yang terbaik sepanjang tahun. Memang, untuk balapan mungkin tidak paling seru, dan secara logistik cukup kecil untuk F1. Tapi ada banyak negara yang ingin menjadi tuan rumah. Sebagai pembalap, sirkuit bersejarah seperti ini paling menyenangkan untuk ditaklukkan."

Baca Juga Carlos Sainz Kritik Keras Start F1 China 2026, Grid Kacau

Kehilangan Zandvoort juga berarti berkurangnya variasi di kalender F1 yang semakin dipenuhi sirkuit jalan raya. Bagi penggemar, sirkuit ini selalu memberikan tontonan spektakuler, terutama dengan tribune yang penuh sesak dan atmosfer khas Belanda. Meski begitu, keputusan ini diambil karena alasan finansial dan popularitas yang dianggap sudah jenuh.

Dengan ditinggalkannya Zandvoort, F1 kehilangan salah satu sirkuit "old school" yang masih bertahan. Para pembalap berharap masa depan F1 tetap menghadirkan sirkuit-sirkuit bersejarah seperti Imola atau Spa, bukan hanya sirkuit jalan raya baru yang mungkin kurang menantang. Selamat tinggal, Zandvoort, dan terima kasih atas kenangan indahnya.