Cianjur, Nusantara Media – Suasana tenang pagi di kawasan wisata Pantai Cemara Ciwidig, Desa Kertajadi, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, berubah menjadi kepanikan hebat pada Minggu (5/4/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. Seorang pelajar SMK tewas terseret ombak besar saat berenang bersama teman-temannya.

Korban bernama Maulana Hidayatullah, pelajar kelas 11 SMK asal Kampung Banyuwangi, Desa Karangjaya, Kecamatan Pasirkuda, Kabupaten Cianjur. Insiden bermula ketika korban sedang bermain air laut di area pantai yang dikenal memiliki ombak cukup kuat dan sulit diprediksi.

Tanpa peringatan, ombak besar datang tiba-tiba dan menyeret tubuh Maulana ke tengah laut. Para pengunjung yang melihat kejadian langsung panik, namun tidak ada yang berani turun menolong karena arus dan gelombang yang sangat kuat.

- Advertisement -

Dalam situasi genting itu, sekelompok warga dan pengelola lokal yang dikenal dengan sebutan “GG” atau Gugung langsung bertindak cepat. Tim penyelamat yang terdiri dari Gugung alias GG, Yunus alias Jala, Irfan alias Black, Robby, dan Pak Adul turun ke laut dengan peralatan seadanya sambil mempertaruhkan nyawa mereka sendiri.

Setelah upaya penyelamatan yang menegangkan, jenazah korban berhasil dievakuasi ke daratan. Namun, nahas, Maulana sudah dalam kondisi tidak bernyawa saat ditemukan.

Peristiwa tragis ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar. Jenazah Maulana telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Kejadian ini memicu kritik keras dari warga terhadap pengelolaan kawasan wisata Pantai Cemara Ciwidig. Banyak yang mempertanyakan ketidakhadiran unsur resmi seperti Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata), KTH (Kelompok Tani Hutan), dan Pemerintah Desa Kertajadi yang selama ini disebut sebagai pengelola utama.

“Harusnya kalau memang dikelola resmi, ada sistem pengamanan, petugas penjaga pantai, rambu peringatan bahaya ombak, atau setidaknya respon cepat saat darurat. Tapi kenyataannya, saat kejadian tidak ada yang turun tangan. Justru warga biasa yang berani menyelamatkan,” ungkap salah seorang warga setempat.

Pantai Cemara Ciwidig merupakan salah satu destinasi wisata alam di Cianjur Selatan yang sedang naik daun karena keindahan deretan pohon cemara dan pemandangan Laut Selatan. Namun, karakter ombak pantai selatan yang besar dan tidak bisa diprediksi sering kali membahayakan pengunjung yang berenang atau bermain air.

Tragedi ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak terkait untuk segera meningkatkan standar keselamatan di destinasi wisata pantai. Beberapa hal yang dinilai mendesak dibenahi antara lain:

  • Pemasangan rambu peringatan bahaya ombak yang jelas
  • Kehadiran petugas penjaga pantai (lifeguard)
  • Sistem mitigasi risiko dan edukasi kepada wisatawan
  • Koordinasi yang lebih baik antara pengelola resmi dengan warga setempat

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Desa Kertajadi maupun instansi terkait mengenai langkah penanganan lanjutan dan evaluasi sistem pengelolaan keselamatan di lokasi tersebut.

Pantai Cemara Ciwidig seharusnya menjadi destinasi wisata yang aman dan nyaman. Kejadian ini diharapkan tidak terulang dan menjadi momentum perbaikan menyeluruh pengelolaan wisata di kawasan pantai selatan Cianjur.