Medan, Nusantara.Media – 15 Maret 2025 – Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Medan ketika seorang pelajar SMK berinisial AL melahirkan sendiri di dalam toilet sebuah warung. Kejadian ini berlangsung pada Selasa, 11 Maret 2025, dan menjadi viral setelah terekam oleh kamera CCTV yang terpasang di lokasi.
Menurut informasi yang diperoleh, AL, yang berusia 19 tahun, terlihat memasuki warung di Jalan Flamboyan Raya, Medan, bersama dua temannya. Dalam rekaman CCTV, AL tampak mondar-mandir sebelum akhirnya berdiri dan melahirkan sambil berpegangan pada kayu. Setelah melahirkan, ia diduga membuang bayinya ke sudut rumah warga yang berdekatan dengan warung tersebut.
Kepala lingkungan setempat, Wahyudi Rangkuti, mengungkapkan bahwa bayi tersebut ditemukan oleh pemilik rumah pada pagi hari saat hendak membuka warung. Bayi yang ditemukan dalam kondisi memprihatinkan, dengan luka di sekujur tubuh dan matanya dipenuhi pasir, segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Polisi setempat, setelah menerima laporan mengenai kejadian ini, segera melakukan penyelidikan. Kanit PPA Polrestabes Medan, Iptu Dearma Agustina Sinaga, menyatakan bahwa AL telah diamankan untuk dimintai keterangan. Namun, karena kondisinya yang masih lemah pasca melahirkan, pemeriksaan resmi dijadwalkan pada Senin, 17 Maret 2025.
Dalam penyelidikan awal, terungkap bahwa AL pernah berhubungan dengan beberapa laki-laki, namun ia tidak mengetahui siapa ayah dari bayinya. Pihak kepolisian juga telah memanggil orang tua AL untuk memberikan keterangan terkait kejadian ini.
Kejadian ini menyoroti masalah serius terkait pendidikan seks dan kesehatan reproduksi di kalangan remaja. Banyak pihak mengkhawatirkan bahwa kurangnya pemahaman tentang kesehatan reproduksi dan tekanan sosial dapat menyebabkan situasi serupa terjadi di masa depan.
Data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2024, terdapat lebih dari 200 kasus pembuangan bayi di Indonesia, dengan sebagian besar pelaku adalah perempuan muda yang mengalami kehamilan tidak diinginkan.
Iptu Dearma mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan segera melapor jika menemukan indikasi kasus serupa. Ia juga menekankan pentingnya edukasi kepada anak-anak mengenai kesehatan reproduksi untuk mencegah terjadinya kehamilan tidak diinginkan.
Insiden ini bukan hanya menjadi perhatian lokal, tetapi juga mencerminkan tantangan yang lebih besar dalam masyarakat terkait pendidikan dan kesehatan remaja. Diharapkan, kejadian ini dapat memicu diskusi yang lebih luas mengenai perlunya pendidikan seks yang lebih baik dan dukungan bagi remaja dalam menghadapi masalah kesehatan reproduksi.
Penulis : Robert Indra Girsang
Sumber Berita: Tim Nusantara Media