Pembalap Pecco Bagnaia mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam setelah menghadapi masalah pelik pada sesi latihan hari Jumat di Sirkuit Sepang, Malaysia. Sang juara dunia MotoGP asal Italia tersebut sebenarnya mampu mencatatkan waktu yang sangat kompetitif di sektor awal dan akhir lintasan, bahkan mengungguli catatan rekan setimnya di pabrikan Ducati, yakni Marc Marquez, dalam kombinasi waktu sektor terbaik untuk area start hingga tikungan pertama serta area tikungan penutup.

Kedua sektor tersebut memang dikenal sangat mengandalkan tenaga mesin dan kestabilan pengereman keras karena memiliki trek lurus yang panjang serta zona pengereman yang agresif. Berdasarkan data catatan waktu, Bagnaia hanya terpaut tipis 0,035 detik lebih lambat dari pembalap muda berbakat asal KTM yaitu Pedro Acosta di Sektor 1. Tidak hanya itu, ia bahkan mampu tampil 0,069 detik lebih cepat dibanding Marquez yang berada di peringkat kelima pada sektor yang sama. Performa menjanjikan ini berlanjut ke Sektor 4, di mana Bagnaia sukses menduduki posisi ketiga tercepat, hanya terpaut 0,060 detik di belakang Marquez dengan Joan Mir yang berada di antara mereka berdua.

Namun, kendala besar justru menghancurkan harapan Bagnaia untuk langsung mengamankan tiket otomatis menuju sesi Qualifying 2. Dirinya harus rela kehilangan waktu yang sangat masif, yakni sekitar delapan persepuluh detik atau 0,8 detik penuh, saat melibas tikungan-tikungan berliku yang berada di Sektor 2 dan Sektor 3. Akibat ketertinggalan yang luar biasa besar di paruh tengah lintasan tersebut, catatan waktu keseluruhan Bagnaia melorot tajam ke posisi ke-12. Kondisi ini memaksanya harus berjuang melalui sengitnya persidangan di sesi Qualifying 1 pada hari Sabtu.

- Advertisement -
Advertisement

Dalam wawancaranya kepada media, Bagnaia secara terbuka melontarkan kritik pedas terhadap karakteristik motornya saat melahap tikungan tengah. Sepeda motor miliknya dinilai hanya mampu berfungsi optimal ketika berada di jalur lurus, sementara ia harus menderita di tikungan berkecepatan tinggi. "Motor saya hanya bekerja dengan baik saat berada di jalur lurus. Jadi saya sudah melakukan yang maksimal, di sektor pertama dan terakhir saya berada di tiga besar. Di dua sektor lainnya, saya kehilangan delapan persepuluh detik. Jadi itu sangat konyol," ujar Bagnaia menggambarkan situasi sulit yang sedang dihadapinya di Sepang.

Melalui rilis resmi tim Ducati, sang juara dunia ganda MotoGP tersebut memberikan penjelasan teknis yang lebih mendalam mengenai akar permasalahan yang merundungnya. Ia mengaku mengalami masalah serius pada bagian depan motor yang kerap melipat saat melintasi tikungan-tikungan cepat dan mengalir. Keputusan tim untuk memulai akhir pekan dengan konfigurasi motor yang sama persis seperti saat pengujian musim dingin ternyata tidak memberikan hasil sesuai ekspektasi performa yang telah ia bayangkan sebelumnya.

Baca Juga Marc Marquez Ungkap Momen Paling Menegangkan di MotoGP

Lebih lanjut, pembalap andalan Italia ini menegaskan bahwa dirinya kesulitan untuk membawa kecepatan optimal saat menikung karena ban depan sering kehilangan cengkeraman dan membuatnya melebar keluar jalur. Minimnya tingkat grip pada lintasan Sepang semakin memperparah situasi pelik tersebut. Meskipun demikian, ia bersama para teknisi Ducati harus terus bekerja keras demi mengembalikan feeling yang tepat dengan motor serta lintasan, sebuah trek di mana ia sebenarnya selalu tampil kuat pada musim-musim sebelumnya.

Situasi sulit ini sejatinya bukan hal yang sepenuhnya baru bagi Bagnaia di Sepang. Pada tahun sebelumnya, ia juga sempat gagal meraih tiket langsung ke Q2, namun secara luar biasa mampu bangkit untuk merebut posisi pole position serta memenangkan balapan Sprint, sebelum akhirnya insiden kebocoran ban merusak impian utamanya di Grand Prix utama.