Kebangkitan impresif ditunjukkan oleh pembalap Maverick Vinales pada sesi latihan bebas Grand Prix Malaysia di Sirkuit Sepang, Jumat. Setelah berjuang keras mengatasi cedera bahu parah yang mendera sepanjang musim 2025 akibat insiden di GP Jerman, pembalap asal Spanyol ini akhirnya berhasil mengamankan tiket otomatis langsung ke Q2 untuk pertama kalinya tahun ini.
Performa gemilang ini tidak datang begitu saja. Vinales mengungkapkan bahwa lonjakan performa tersebut sangat dipengaruhi oleh perawatan medis baru berupa suntikan pereda nyeri yang dijalaninya sepusing seri balapan di Phillip Island, Australia, pekan lalu. Pengurangan rasa sakit tersebut memberikan dampak signifikan terhadap kekuatan fisik dan kapasitasnya di atas motor RC16 milik tim Red Bull KTM Tech3.
"Ini karena karakteristik trek dan juga saya pikir karena perawatan yang telah saya jalani setelah Phillip Island. Ini mengurangi rasa sakit, dan ketika rasa sakitnya berkurang, kekuatan fisik menjadi lebih besar," ujar Vinales menjelaskan perubahan drastis pada catatan waktu putarannya di Sepang, seperti dilansir dari Motorsport.com.
Meskipun belum sepenuhnya bebas dari rasa sakit, Vinales merasa optimis bahwa kondisinya akan terus membaik menuju seri-seri penutup musim di Portimao dan Valencia. Target utamanya adalah memulihkan kondisi fisik secara total agar ia bisa kembali ke level performa terbaiknya seperti sebelum mengalami cedera parah di Sachsenring tahun lalu.
"Masih terasa sakit, tapi lebih sedikit. Jadi tujuannya adalah tiba di Portimao dan Valencia dengan berupaya agar tidak ada rasa sakit lagi. Karena begitu saya tidak merasakan sakit, saya mendapatkan keuntungan performa," tambahnya dengan penuh keyakinan di paddock Sepang.
Baca Juga Dennis Noyes Kritik Kepemimpinan Liberty Media dan Abaikan Pembalap MotoGPRekan setimnya, Enea Bastianini, turut menemaninya lolos langsung ke Q2 bersama pembalap muda berbakat Pedro Acosta dari tim pabrikan. Keberhasilan tiga penunggang mesin pabrikan Mattighofen ini menunjukkan bahwa konfigurasi sirkuit Sepang dengan cengkeraman lintasan yang rendah cukup bersahabat dengan karakter motor mereka.
Kendati demikian, Vinales mengakui bahwa ia masih harus beradaptasi kembali dengan gaya balap yang agresif demi memaksimalkan potensi motor KTM. Karakter motor tersebut menuntut fisik pebalap untuk bekerja secara maksimal di setiap tikungan, sebuah tantangan tersendiri setelah lama absen dari persaingan barisan depan.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!