Lando Norris tidak bisa menyembunyikan keraguannya saat mendengar keputusan mengejutkan Formula 1 untuk menggelar sprint race di Monaco. Juara dunia bertahan itu hanya mengucapkan satu kata: "Menarik."
Keputusan tersebut diumumkan bersamaan dengan rilis kalender musim 2027, Rabu lalu. F1 menambah jumlah sprint race dari enam menjadi 10, dan yang paling mengejutkan adalah masuknya Monaco sebagai tuan rumah sprint untuk pertama kalinya. Sirkuit jalanan sempit di Monte Carlo memang terkenal nyaris mustahil untuk menyalip, tetapi F1 yakin format baru ini akan menambah variabilitas akhir pekan.
Norris memberikan reaksinya dalam wawancara dengan Sky Sports F1 di sela-sela BMW PGA Championship Pro-Am di Wentworth. "Menarik," ulangnya beberapa kali. "Saya rasa hal utama adalah Anda hanya punya FP1 dan kualifikasi sprint pada Jumat—itu tantangannya. Jelas tidak banyak yang terjadi dalam balapan Minggu atau sprint, tapi tantangannya adalah hanya satu sesi latihan langsung, yang mungkin belum pernah terjadi sebelumnya di Monaco."
Dengan hanya satu jam latihan bebas di trek yang terkenal menantang, Norris menilai para pembalap akan menghadapi tekanan lebih besar. "Itu lebih mengandalkan data dari tahun ini. Jelas lebih sulit bagi kami sebagai pembalap. Anda tidak punya cukup waktu untuk membangun feeling, jadi Anda mungkin harus mengambil risiko lebih awal. Di Monaco, ketika Anda mencapai batas, permainan selesai," jelasnya.
Meski demikian, Norris mengakui bahwa format ini bisa lebih menarik bagi penggemar. "Ini lebih seru untuk para penggemar dan orang-orang yang menonton," tambahnya.
Baca Juga Manajer Verstappen Raih Pujian atas Kenaikan Gaji di Kontrak Baru Red BullSelain Monaco, sprint race juga akan digelar perdana di Bahrain, Australia, Jepang, dan Abu Dhabi. Sementara itu, Kanada, Inggris, Italia, Brasil, dan Qatar akan tetap menjadi tuan rumah sprint seperti sebelumnya. Keputusan ini memicu perdebatan di paddock, mengingat karakteristik Monaco yang unik dan minim aksi salip-menyalip.
Bagi Norris, tantangan terbesar bukanlah balapan itu sendiri, melainkan persiapan singkat yang harus dilakukan. Ia harus mengandalkan data dari simulasi dan pengalaman sebelumnya untuk langsung tampil kompetitif. "Anda harus berada di 99 persen, bukan 103 atau 104 persen, karena di Monaco jika melewati batas, semuanya berakhir," tegasnya.
Dengan format baru ini, Monaco diprediksi akan menyajikan akhir pekan yang berbeda dari biasanya. Apakah sprint race di Monaco akan sukses atau justru menuai kritik? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi reaksi Norris menunjukkan bahwa para pembalap siap menghadapi tantangan ekstra.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!