Isack Hadjar masih berjuang melawan cedera pergelangan tangan yang memaksanya absen dalam tiga balapan terakhir Formula 1. Pembalap berusia 21 tahun itu mengalami cedera saat latihan selama jeda musim panas, dan kini tim Red Bull tengah melakukan evaluasi menyeluruh sebelum memutuskan apakah ia bisa kembali di Grand Prix Azerbaijan akhir pekan nanti.

Red Bull telah memberikan pembaruan resmi mengenai proses pemulihan Hadjar. Menurut pernyataan tim, pemulihan berjalan sesuai rencana dan tidak ada komplikasi berarti. Namun, keputusan akhir akan diambil setelah ia menjalani sesi simulator yang dijadwalkan dalam waktu dekat. Sesi ini akan menjadi uji coba untuk mengukur sejauh mana kondisi fisiknya mampu menahan beban balapan yang sesungguhnya.

"Tidak ada yang salah dengan pemulihan Isack. Kami belajar bahwa ini adalah waktu yang normal untuk cedera seperti yang dialaminya," ujar Prinsipal Tim Red Bull, Laurent Mekies, seusai Grand Prix Spanyol. "Kami akan melanjutkan dengan pendekatan yang sama. Kami akan mengevaluasi situasi dalam sepekan, melihat bagaimana perasaannya, dan kemudian menempatkannya di simulator untuk menghadapi tekanan nyata. Jika ia merasa hampir 100 persen, kami akan maju. Jika belum, kami akan tetap mengutamakan pemulihannya."

- Advertisement -
Advertisement

Absennya Hadjar membuat Red Bull harus mencari pengganti. Liam Lawson, yang biasanya membalap untuk tim satelit Racing Bulls, dipromosikan ke kursi utama. Sementara itu, posisi Lawson di Racing Bulls diisi oleh pembalap cadangan Red Bull, Yuki Tsunoda, di Zandvoort, Monza, dan Madrid. Lawson sendiri tampil impresif dengan mencetak poin di ketiga balapan tersebut, termasuk finis keenam di Madrid—hasil terbaiknya sejak kembali ke tim senior.

Mekies memuji performa Lawson. "Saya pikir dia melakukan pekerjaan yang sangat baik. Kami semua tahu betapa sulitnya pindah ke tim dan mobil yang berbeda, dan dia melakukannya sesuai harapan kami. Dia meraih poin penting di Madrid dengan P6. Dia juga melakukannya di Zandvoort, dan di Monza dia akan melakukan hal serupa tanpa kontak dengan Nico Hulkenberg dan kerusakan," jelasnya.

Baca Juga Russell Diminta Fokus 2027, Musim 2026 Dianggap Selesai

Keputusan mengenai Hadjar akan sangat krusial bagi Red Bull. Dengan jadwal triple-header yang menanti—Azerbaijan, Singapura, dan Amerika Serikat—tim membutuhkan pembalap yang fit sepenuhnya. Memaksakan Hadjar kembali terlalu cepat bisa berisiko memperburuk cedera dan mengancam kariernya dalam jangka panjang. Red Bull tampaknya tidak ingin mengambil risiko tersebut.

Hadjar sendiri dikenal sebagai pembalap muda berbakat yang telah menunjukkan kecepatan di musim perdananya. Cedera ini menjadi pukulan telak bagi momentumnya. Namun, dengan dukungan tim dan proses pemulihan yang hati-hati, ia berpeluang kembali ke lintasan dalam kondisi prima. Sementara itu, Lawson terus membuktikan diri sebagai pengganti yang kompeten, memberikan tekanan positif bagi manajemen Red Bull dalam menentukan line-up masa depan.

Semua mata kini tertuju pada sesi simulator dan bagaimana Hadjar meresponsnya. Jika semuanya berjalan lancar, ia bisa kembali mengendarai RB21 di Baku. Jika tidak, Red Bull harus kembali mengandalkan Lawson dan Tsunoda untuk menjaga peluang tim di klasemen konstruktor.