Max Verstappen mengaku sempat dilanda keraguan sebelum menjalani tantangan unik Red Bull bertajuk Max vs 100 di Sirkuit Silverstone, Rabu malam. Juara dunia empat kali Formula 1 itu harus menyalip 100 pembalap amatir yang terdiri dari content creator, atlet Red Bull, dan penggemar.

Verstappen hanya butuh 14 lap dan 35 menit untuk menuntaskan misi dari posisi paling belakang. Startnya luar biasa: dalam lap pertama yang kacau, ia melewati 64 kart dan langsung berada di urutan ke-37. Banyak pesaingnya tersingkir atau berputar, memaksa full course yellow dikeluarkan.

Max Verstappen di ajang Max vs 100
Max Verstappen beraksi di Silverstone. (Foto: Red Bull Content Pool)

Balapan dijadwalkan berlangsung 30 lap atau 75 menit, tetapi Verstappen menyelesaikannya jauh lebih cepat. Ia menyalip rival terakhir, sesama pembalap Belanda sekaligus jurnalis F1 Jacky Martens, untuk mengunci kemenangan.

- Advertisement -
Advertisement

“Saat saya ke grid dan melihat posisi start, dengan 100 kart di depan, saya sedikit khawatir,” aku Red Bull itu. “Setelah lap pertama yang penuh kekacauan, saya berpikir, 'Oke, kita bisa kendalikan ini!' Mulai menyenangkan dan saat menemukan ritme, menyalip satu per satu dan melihat jarak menyusut, itu sungguh mendebarkan.”

Verstappen juga mengaku senang bisa kembali ke akar balapannya. “Menyenangkan bisa berada di gokart lagi dan kembali ke dasar. Saya teringat masa-masa awal balapan. Sirkuitnya indah dan dirancang dengan baik. Data yang dikirim melalui radio juga sentuhan bagus. Hari yang hebat dan keluar sebagai pemenang!”

Baca Juga Russell Gagal di Q3 Madrid, Tantangan Gelar Makin Berat

Perancang sirkuit sekaligus direktur balapan, David Terrien, memuji kemampuan Verstappen. “Menembus lalu lintas dengan grid sebesar itu belum pernah ada yang melakukannya. Tidak pernah ada balapan gokart dengan begitu banyak peserta. Bahkan Max sempat meragukan kemampuannya sebelum start,” ujar Terrien.

“Saat melihat tayangan ulang, dia memilih titik yang tepat. Setiap ada celah, dia ambil. Dia berada di sisi yang benar ketika ada kecelakaan di sisi lain. Kami memberi lebih banyak lap cepat agar mereka bisa bersaing lebih lama, tapi dia terlalu cepat. Itulah yang membedakan Max—start dan waktu reaksinya. Bahkan dalam balapan fun, dia menunjukkan skill di semua aspek,” tambahnya.

Terrien juga mengungkap percakapannya dengan race engineer Verstappen. “Kami melihat tayangan ulang start. Max melihat sesuatu yang tidak kami lihat. Dia melihat celah yang akan terbuka, padahal belum terbuka. Itu visi balapan yang jarang dimiliki pembalap lain,” pungkasnya.