Pencapaian luar biasa baru saja ditorehkan oleh Max Verstappen di Sirkuit Interlagos dalam ajang Formula 1 Grand Prix Sao Paulo. Memulai balapan dari posisi ke-21 di grid menyusul pergantian unit daya pada mobil Red Bull miliknya, sang juara dunia empat kali sukses menampilkan aksi pemulihan yang sangat sensasional hingga akhirnya berhasil menyentuh garis finis di tempat kedua di belakang pembalap McLaren, Lando Norris, sekaligus merampungkan satu lagi penampilan gemilang di tanah Brasil.
Kendati berhasil mengamankan podium kedua yang sangat krusial setelah berjuang habis-habisan sepanjang 71 lap balapan, pembalap asal Belanda tersebut sama sekali tidak merasa puas dengan kondisi kendaraan yang dikemudikannya. Kekecewaan mendalam langsung ia luapkan tanpa ragu melalui saluran komunikasi radio tim sesaat setelah melintasi bendera finis, menandakan adanya masalah serius pada keseimbangan sasis dan performa aerodinamika RB22 yang dirasakannya sejak awal lomba.
'Ya Tuhan. Menjalani 85 persen balapan dengan mobil yang sangat buruk,' gerutu Max Verstappen melalui radio tim dengan nada emosional. 'Tentu saja finis di posisi kedua adalah hal yang bagus, namun tidak dengan cara seperti ini. Saya minta maaf, tetapi mengendarainya sungguh sebuah bencana. Luar biasa, saya tidak pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya, baik dalam kondisi basah maupun kering. Ini benar-benar sangat, sangat buruk.'
Rasa frustrasi tersebut kembali ia jabarkan secara lebih rinci ketika menghadiri sesi konferensi pers resmi FIA pascalomba. Dalam kesempatan tersebut, peraih gelar juara dunia bergengsi ini dengan tegas menuntut pihak garasi kepemimpinannya untuk segera melakukan investigasi menyeluruh guna mencari tahu apakah ada komponen krusial pada kendaraannya yang mengalami kerusakan struktural di tengah lintasan.
'Ketika Anda memulai balapan dari posisi yang begitu jauh di belakang, Anda tentu harus berusaha dan tentu saja melewati pembalap-pembalap di depan Anda secepat mungkin. Saya rasa stint pertama berjalan sangat, sangat baik. Kami dengan cepat bisa kembali masuk ke dalam jajaran sepuluh besar,' ungkap Verstappen menjelaskan jalannya strategi awal balapan yang sempat menjanjikan.
Baca Juga Dino Beganovic Raih Pole F2 Australia 2026 di Albert Park'Kecepatannya tidak buruk, namun begitu saya beralih menggunakan ban slicks, saya mengalami masalah oversteer yang sangat ekstrem di tikungan-tikungan cepat, yang membuat mobil menjadi sangat sulit dikendalikan. Jadi kita harus memahami apakah ada sesuatu yang patah pada mobil, semacam kehilangan downforce aero, atau apa pun itu, karena ini sama sekali tidak normal.'
Lebih lanjut, pembalap andalan tim minuman berenergi asal Milton Keynes ini menegaskan bahwa meskipun ia merasa gembira bisa mengamankan posisi runner-up di bawah guyuran dinamika cuaca Interlagos, potensi mobil sebenarnya jauh lebih besar jika saja kendaraannya berada dalam kondisi optimal sepanjang balapan. Perbedaan drastis yang ia rasakan ketika kembali beralih menggunakan ban intermediate menjelang akhir balapan semakin memperkuat indikasi adanya anomali teknis yang wajib segera diselesaikan oleh para insinyur pabrikan.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!