Balapan Singapore GP di Sirkuit Marina Bay menyisakan cerita menegangkan bagi pembalap muda Kimi Antonelli. Di balik keberhasilannya mengamankan podium ketiga dan mempertahankan dominasi klasemen sementara dengan keunggulan 102 poin atas rekan setimnya, George Russell, tersimpan sebuah drama teknis yang nyaris berujung pada kecelakaan fatal akibat rem mobil Mercedes yang bermasalah.

Hasil finis di belakang Max Verstappen dari Red Bull dan Charles Leclerc dari Ferrari sebenarnya berhasil menyembunyikan betapa beratnya penderitaan yang harus ia lalui di atas kokpit. Tantangan bermula bahkan sebelum lampu start padam, di mana para mekanik mendeteksi adanya kerusakan pada sensor rem saat mobil tengah terparkir di grid. Perbaikan kilat terpaksa dilakukan di tempat, namun konsekuensinya tim harus merelakan mobil melaju tanpa dukungan data rem sama sekali sepanjang balapan berlangsung.

Situasi semakin memburuk ketika balapan berjalan dan pembalap asal Italia tersebut mulai mengeluhkan hilangnya daya cengkeram pengereman. Dalam sesi konferensi pers usai balapan, ia menjelaskan bagaimana dirinya harus memutar otak dan mengubah gaya memudi secara drastis untuk mengendalikan situasi darurat tersebut. Ia mengungkapkan bahwa dirinya terpaksa melakukan teknik mengangkat kaki lebih awal dan meluncur sebelum titik pengereman agar bisa tiba di tikungan dengan kecepatan lebih rendah serta mengurangi tekanan pada pedal rem yang terasa sangat panjang dan tidak responsif.

- Advertisement -
Advertisement

Kondisi paling menakutkan terjadi saat restart Virtual Safety Car (VSC), di mana saat ia menginjak pedal rem, sama sekali tidak ada respons pengereman yang terjadi hingga nyaris membuatnya menabrak tembok pembatas sirkuit. Kombinasi suhu lintasan yang sangat panas, terjebak di udara kotor di belakang mobil lain selama tiga perempat jalannya balapan, serta ketiadaan data sensor membuat suhu komponen pengereman sama sekali tidak terpantau oleh garasi, hingga ia bisa mencium bau sengatan panas rem secara langsung dari kokpit.

Baca Juga Norris: Kurangnya Top Speed Jadi Hal Paling Menyakitkan di Monza

Selain masalah pengereman, pemimpin klasemen kejuaraan dunia ini juga memberikan evaluasi mendalam terkait paket upgrade baru yang dipasang pada mobil Mercedes untuk kedua kalinya setelah sempat gagal menunjukkan performa maksimal di Malaysia. Menurutnya, paket tersebut masih menyisakan pekerjaan rumah karena memiliki jendela pengoperasian yang terlampau sempit terutama di sirkuit dengan banyak tikungan lambat seperti Marina Bay, di mana mobil menjadi sangat sensitif terhadap perubahan kecil pada pendekatan tikungan sebelum Brackley menjadikan Austin sebagai kesempatan berikutnya.

Kimi Antonelli di Marina Bay Circuit
Kimi Antonelli berjuang mengatasi masalah teknis di Singapura.