Pekan balap Formula 1 di Sirkuit Marina Bay menyisakan cerita berat bagi Lewis Hamilton setelah sang juara dunia tujuh kali itu harus puas finis di posisi keenam. Alih-alih menyalahkan pihak garasi, pembalap asal Inggris tersebut dengan kesatria mengakui bahwa hasil minor di Grand Prix Singapura sepenuhnya merupakan buah dari keputusan pribadinya yang keliru di atas lintasan.

Jalannya balapan akhir pekan lalu sebenarnya menunjukkan potensi besar dari paket mobil Ferrari. Rekan setimnya, Charles Leclerc, mampu tampil luar biasa dan merebut podium kedua di belakang pemenang lomba, sementara pimpinan klasemen mengamankan posisi ketiga. Sayangnya, peluang emas untuk meraih hasil serupa harus melayang akibat perjudian taktik yang berujung pada hilangnya poin penting bagi tim.

Situasi pelik bermula ketika dinding pit memerintahkan sang pembalap untuk masuk ke jalur pit saat periode virtual safety car. Namun, keputusan berbeda diambil di kokpit hingga instruksi tersebut terlewat. Kegagalan masuk pit ini membuatnya harus berjuang dengan kompon medium demi rencana satu kali berhenti, sebuah opsi yang terbukti jauh kurang efektif dibandingkan kompon soft yang dipakai para rival terdekatnya.

- Advertisement -
Advertisement

Melalui akun media sosial pribadinya, pembalap senior tersebut menyampaikan pesan terbuka kepada para pendukung setianya. Kemarin bukanlah hasil yang kami harapkan, dan itu sepenuhnya kesalahan saya. Di sirkuit yang sangat sulit untuk melakukan penyelipisan, Anda harus mencoba sesuatu yang berbeda, dan saya memilih strategi yang pada akhirnya tidak berbuah manis. Ini adalah pelajaran menyakitkan, namun saya bertanggung jawab penuh atas keputusan yang saya ambil.

Baca Juga Norris Rebut Pole Kedua Beruntun di GP Belanda, Kalahkan Duo Mercedes

Rasa terima kasih juga ia sampaikan kepada para kru garasi yang telah bekerja tanpa kenal lelah sepanjang akhir pekan. Posisi keenam sama sekali tidak mencerminkan kecepatan sejati yang dimiliki oleh mobil merah tersebut, dan selalu ada sisi positif yang bisa diambil dari setiap akhir pekan yang sulit. Apresiasi tinggi turut diberikan kepada suporter di Singapura yang terus memberikan energi positif sepanjang akhir pekan yang menguras tenaga fisik maupun mental.

Setelah melewatkan kewajiban media pascabalapan akibat kondisi fisik yang kurang bugar, fokus kini sepenuhnya diarahkan ke seri berikutnya. Kesempatan penebusan dosa bagi sang bintang dijadwalkan berlangsung pada Grand Prix Amerika Serikat di Austin, Texas, akhir Oktober mendatang. Dengan mentalitas baja yang selalu ia tunjukkan sepanjang kariernya, tekad untuk bangkit dan kembali bertarung di barisan depan dipastikan akan membara di Negeri Paman Sam.