Lampung, Nusantara Media - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan perkembangan terbaru mengenai aktivitas vulkanik Anak Krakatau yang kini masih berada pada Level III atau Siaga. Berdasarkan periode pengamatan yang dirilis oleh Tim Peliput, gunung berapi yang terletak di perairan Selat Sunda, Lampung Selatan, ini menunjukkan sejumlah aktivitas kegempaan serta fenomena visual yang menuntut perhatian serius dari masyarakat luas, khususnya para pemangku kepentingan di wilayah pesisir.
Dalam laporan visual yang dihimpun dari Pos Pengamatan Krakatau, kondisi cuaca di sekitar gunung terpantau berawan dengan angin bertiup lemah ke arah barat laut. Suhu udara tercatat berkisar antara 26 hingga 27 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara mencapai 82 hingga 85 persen. Secara visual, gunung tampak jelas hingga tertutup kabut tingkat 0 hingga III. Asap kawah bertekanan lemah teramati keluar berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang, mencapai ketinggian sekitar 5 hingga 25 meter di atas puncak kawah. Menariknya, pada malam hari, pengamatan menunjukkan adanya kemunculan sinar api di pusat kawah yang mengindikasikan aktivitas internal masih terus berlangsung.
Dari sisi kegempaan, instrumen pemantauan mencatat adanya aktivitas hembusan sebanyak satu kali dengan amplitudo mencapai 14 mm serta durasi 44 detik. Selain itu, tercatat pula dua kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo berkisar antara 7 hingga 12 mm dan durasi 9 hingga 15 detik. Sementara itu, tremor menerus atau microtremor terekam dengan amplitudo dominan di angka 1 mm, meskipun rentang amplitudonya secara keseluruhan bergerak antara 0,5 hingga 6 mm.
Menanggapi situasi ini, Badan Geologi mengeluarkan serangkaian rekomendasi ketat demi keselamatan publik. Masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki dilarang keras untuk mendekati serta melakukan aktivitas apapun dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi Anak Krakatau. Larangan serupa juga diberlakukan dalam radius 1 kilometer dari pulau baru yang terbentuk di sektor barat laut dan tenggara pulau vulkanik tersebut.
Baca Juga Kecelakaan Maut di Jalan Raya Serang Balaraja: Motor Tabrak Dump Truck Tronton, Satu Penumpang Asal Pandeglang TewasWarga yang beraktivitas di sekitar wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung diimbau agar tetap tenang dan tidak mudah percaya pada isu-isu atau kabar bohong mengenai potensi tsunami akibat erupsi. Masyarakat dipersilakan untuk tetap menjalankan aktivitas normal dengan senantiasa mematuhi arahan serta panduan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat guna menghindari segala potensi risiko bencana.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!