Program pengembangan Hyundai di kancah reli dunia kembali menjadi sorotan setelah pabrikan asal Korea Selatan tersebut melanjutkan sesi pengujian intensif di Finlandia Tengah pekan ini. Aktivitas pengujian ini melibatkan pereli asal Selandia Baru, Hayden Paddon, yang mengambil alih kemudi mobil pengujian untuk mengumpulkan data penting di medan berkerikil yang menantang. Di tengah agenda pengujian yang padat tersebut, tanda tanya besar justru mengiringi langkah pabrikan terkait spesifikasi kendaraan yang akan mereka turunkan dalam ajang Kejuaraan Reli Dunia atau World Rally Championship pada musim 2027 mendatang.
Hingga saat ini, masih belum ada kejelasan resmi mengenai jenis kendaraan apa yang secara pasti akan diandalkan oleh skuad pabrikan untuk bersaing di kelas utama WRC pada regulasi baru tahun 2027. Spekulasi sempat berkembang luas di kalangan pengamat reli bahwa tim sedang merancang sebuah perangkat konversi khusus untuk mobil Rally2 mereka, yang nantinya memungkinkan kendaraan tersebut bersaing langsung di kelas tertinggi berdampingan dengan regulasi baru WRC27. Namun, rumor tersebut belum terbukti di lapangan karena tidak terlihat adanya perangkat konversi yang diuji selama sesi latihan di Finlandia pekan ini.
Prinsipal tim Cyril Abiteboul, dalam komentarnya beberapa waktu lalu di Sardinia, memilih untuk tidak membuka kartu secara blak-blakan mengenai status pengembangan perangkat konversi tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak manajemen masih harus mengevaluasi berbagai opsi yang tersedia secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan strategis yang krusial bagi masa depan program motorsport mereka di level tertinggi kejuaraan reli internasional.
Menurut Abiteboul, pertimbangan dalam menghadapi regulasi masa depan tidak hanya berhenti pada aspek teknis kendaraan semata, melainkan jauh lebih luas mencakup kerangka regulasi olahraga yang akan diterapkan penyelenggara. Bagi pabrikan, aturan main dalam aspek olahraga memegang peranan yang sangat fundamental karena akan menentukan bagaimana merek mereka tampil di hadapan publik global serta narasi besar apa yang bisa dibangun di sekitarnya.
Dalam keterangannya, Abiteboul secara terbuka menyatakan bahwa dirinya justru menaruh perhatian lebih besar pada elemen-elemen pendukung di luar perangkat teknis kendaraan itu sendiri. Saya pikir masih ada sejumlah kemungkinan dan hal-hal yang perlu kami pahami secara mendalam mengenai peluang ini, dan itulah yang harus kami nilai sekarang, ujar Abiteboul menguraikan situasi internal tim.
Baca Juga Keputusan Penambahan Kalender WRC Selamatkan Masa Depan Rally EstoniaLebih lanjut, ia menambahkan bahwa regulasi teknis memang memiliki nilai penting bagi sebuah tim pabrikan, tetapi regulasi olahraga jauh lebih menentukan arah keterlibatan jangka panjang. Anda merujuk pada regulasi teknis yang tentu saja penting, tetapi bagi saya, regulasi olahraga bahkan jauh lebih penting karena itu menentukan bagaimana merek akan bersaing, bagaimana ia tampil di hadapan publik, dan cerita yang dapat kami bangun di sekitar keterlibatan ini, tambahnya.
Abiteboul bahkan menegaskan bahwa urusan perangkat teknis berada di urutan kesekian dalam prioritas penilaian strategis mereka saat ini. Saya hampir tidak begitu tertarik pada perangkat kit itu dibandingkan dengan segala hal lain yang masih akan datang, pungkasnya menegaskan fokus utama tim dalam menatap regulasi masa depan.
Dilansir dari RallyJournal, berbagai rumor yang beredar dalam beberapa pekan terakhir memang sempat menguatkan dugaan bahwa pengembangan perangkat konversi Rally2 masih berjalan di balik layar. Kendati demikian, laporan dari pengamat lapangan menilai kecil kemungkinan perangkat tersebut akan benar-benar terwujud dalam waktu dekat, sementara aktivitas pengujian mobil oleh tim dipastikan akan terus berlanjut sesuai dengan agenda pengembangan teknis mereka.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!